Ayo, Lestarikan Dolanan Anak! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Ayo, Lestarikan Dolanan Anak!

BATANG – Dolanan anak khas Jawa sekarang sudah sulit ditemukan, bahkan banyak anak-anak yang tidak mengerti karena memang tidak ada lagi yang memainkannya. Beberapa puluh tahun yang lalu anak-anak di kampung saat bulan purnama pasti berkumpul dan memainkan dolanan anak di halaman rumah dengan riang. Tapi sekarang? Tahu namanya saja tidak.

Anak-anak sekarang lebih mengenal hape, gadget dan game yang tak pernah lepas dari tangannya. Bulan purnama pun tak mengusik keinginan mereka untuk keluar rumah dan berkumpul bersama teman-temannya. Bagi mereka bulan purnama atau bulan mati sudah tidak ada bedanya karena cahaya listrik menggantikan setiap malam. Tempat bermainpun tak ada lagi karena rumah yang berhalaman luas tidak dijumpai lagi. Semua serba sempit dan ingin praktis.
Untuk mengenalkan lagi sekaligus melestarikan dolanan anak khas Jawa itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batang berinisiatif menggelar Festival Dolanan Anak 2015 di panggung Apresiasi Batang Expo hari Rabu dan Kamis (2-3/9). Dolanan anak seperti panggalan, gotri ala gotri, yaye, egrang, thong-thong bolong, sundah mandah, sepuran, gobak sodor, jamuran, jethongan dan lain-lain ditampilkan siswa siswi SD perwakilan kecamatan se-Kabupaten Batang. Demikian juga dengan lagu Padhang Bulan yang dinyanyikan seakan membawa kembali ke masa kecil yang menyenangkan.
Kepala Sekolah SD Sempu Limpung Batang Eny Yuliarsih, S.Pd, M.Pd menyambut baik dengan event ini. Eny yang mengantar murid-muridnya pentas di siang itu ingin agar kebudayaan warisan leluhur bisa dilestarikan agar jangan sampai punah dan hanya bisa dijumpai di buku bacaan saja sebagai cerita.
“Saya sangat senang dengan pentas ini. Anak-anak sekarang sudah tidak mengenal dolanan khas dan unik ini. Budaya adiluhung warisan leluhur akan punah jika bukan kita yang nguri-uri dan mengenalkan kepada anak. Harapan saya kegiatan ini rutin dilaksanakan sehingga secara tidak langsung akan mengajak anak-anak mengenal dan mencintai budaya asli kita sendiri. Lestarikan budaya dolanan anak!” kata Eny bersemangat kepada Rakyat Jateng (Fajar Grup).
Keseriusan Kepala Sekolah yang satu ini dalam melestarikan budaya dibuktikan dengan memberi kegiatan ekstrakurikuler khusus budaya Jawa kepada murid-muridnya. Tak heran jika ada beberapa anak didiknya yang berprestasi di perlombaan kesenian daerah. “Bulan ini ada murid saya yang berangkat ke Semarang mewakili Batang di ajang lomba Macapat tingkat Provinsi,” lanjut Eny. (feb)

loading...
Click to comment
To Top