Disperindag Kota Tegal Tera Timbangan Pedagang Pasar Langon – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Disperindag Kota Tegal Tera Timbangan Pedagang Pasar Langon

TEGAL – Puluhan timbangan pedagang di Pasar Langon diuji keakuratannya, Kamis (3/9). Pengujian tersebut dilakukan oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UMKM Perindag) bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Balai Metrologi Wilayah Tegal.

Kepala Seksi Pengembangan Produksi Diskop UMKM Perindag Nur Hanifah mengatakan, giat uji timbangan dan pemberian tera ini
adalah bagian dari syarat mengusulkan pasar tertib ukur. Saat ini dilakukan sidang sidang tera ulang timbangan di pasar Langon,
rencananya Senin (7/9) mendatang juga akan dilakukan kegiatan serupa di Pasar Randugunting.
Pihaknya di tahun 2015 ini sedang mengajukan ke Pemerintah Pusat, dua pasar di Kota Tegal untuk masuk kedalam pasar tertib ukur,
yakni pasar Langon dan Pasar Randugunting. Sementara tahun 2014 lalu kota Tegal sudah memiliki satu pasar tertib ukur yakni pasar
Martoloyo, jadi jika hasil penilaian dari Pemerintah Pusat kedua pasar ini lolos mendapat pasar tertib ukur, itu berarti kota tegal sudah
memiliki tiga pasar tertib ukur.
Kedepan Ia berharap nantinya kota Tegal bukan lagi hanya memiliki pasar tertib ukur saja, tapi juga bisa menjadi daerah tertib ukur, yang
berarti seluruh Wilayah kota Tegal sudah tertib ukur,Pihaknya berncana tahun 2017 kota Tegal bisa di usulkan menjadi daerah tertib ukur.
Di tempat yang sama, perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Balai Metrologi Wilayah Tegal, Kartin,
menyampaikan kegiatan yang dilakukan ini adalah untuk mengecek kembali timbangan yang sudah di tera tahun 2015. Idealnya setahun
sekali dilakukan pengujian timbangan, menurutnya sebagian besar timbangan yang di tera saat ini memang harus di perbaiki kembali untuk
di tera kembali, sebab timbangan yang sudah di pakai setahun bisa jadi sudah tidak normal lagi.
Sementara ini pihaknya tidak melihat adanya kecurangan pada timbangan dari pedagang, hanya terlihat memang karena timbangan yang
dipakai terus menerus dan perlu dilakukan perbaikan kembali untuk ditera ulang serta dinormalkan kembali. Setelah di periksa dan
hasilnya sudah normal kembali dan sudah memenuhi syarat kemudian baru di cap tanda tera.
Kartin juga berbagi tips bagi masyarakat konsumen, apabila membeli sesuatu yang harus di timbangan, sebelum belanjaan atau barang
yang dibeli di timbang, pastikan jika timbangan harus dalam keadaan kosong baru setelah itu dipakai untuk menimbang. (tgl)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top