Lambat Dioperasi, Bayi Ini Tak Tertolong – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Lambat Dioperasi, Bayi Ini Tak Tertolong

FAJARONLINE,FAJAR— Bayi seorang pasien asal Desa Padang, Kecamatan Gantarang, Bulukumba, bernama Andi Rahmi, meninggal dunia pasca operasi di RSUD Sultan Daeng Radja, baru-baru ini. Nyawa bayi tersebut tak dapat diselamatkan gara terlambat menjalani operasi.
Dokter melakukan operasi setelah kondisi pasien sudah mengigil menderita sakit yang dialaminya. Keluarga bersama pasien sejak awal masuk rumah sakit telah meminta segera dilakukan operasi. Sayang, bidan yang menangani ini mengabaikan alasan kondisi masih membaik sambil menunggu lahir normal. Tak kunjung melahirkan akhirnya harus dioperasi. Pasca operasi bayi lalu meninggal.
“Iya, ini masalah terlambat saja. Sejak awal kita masuk sudah menyampaikan. Karena akan pasien sendiri merasakan sakit. Tapi, diabaikan,” ujar salah seorang keluarga pasien, Ica, Kamis 3 September.
Menurut dia, awalnya bidan memberikan obat sebagai perangsang supaya segera melahirkan, namun tak kunjung beraksi, bahkan justru muntah-muntah. Sehingga keluarga menyampaikan apa yang dialami pasien, hanya bidan menilai pengaruh obat saja, tidak menjadi masalah sebenarnya. Puncak sakit yang dialami, saat tengah malam dan meminta segera dilakukan operasi. Sayang bidan jaga kembali menolak melihat kondisi masih bagus.Pasien adalah peserta Badan Penyelengga Jaminan Kesehenatan (BPJS). Operasi baru dilaksanakan saat pagi sekira pukul 11. 00 WITA, Minggu 31 Agustus lalu.
“Seandainya, cepat dilayani mungkin akan beda ceritanya,” jelasnya.
Ica berharap supaya kejadian seperti ini tidak terulang ke depannya, pelayanan rumah sakit (RS) harus lebih dimaksimalkan lagi. Kalau perlu pelayanan harus diutamakan dibanding pengurusan berkas administrasi pasien, karena berbicara masalah nyawa, bukan sebaliknya mengabaikan. Sebab, jika tidak maka tidak menutup kemungkinan ada korban selanjutnya. Apalagi, pasien sendiri yang meminta agar dilakukan operasi, sebab tak bisa menahan sakitnya.
Selain itu, keterlambatan Puskesmas Batuara, Gantarang, memberikan surat rujukan ke rumah sakit juga menjadi penyebabnya. Padahal, pasien sejak awal sudah meminta, namun ditolak.
 “Kita persoalkan pelayanan saja. Sangat lambat sekali. Pasien sudah mau meninggal baru dilayani,” katanya. (taq/aci)

Click to comment
To Top