Legislator Kaget Dengar Bayi Tak Tertolong Terlambat Dioperasi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Legislator Kaget Dengar Bayi Tak Tertolong Terlambat Dioperasi

FAJARONLINE, BULUKUMBA — Bayi seorang pasien asal desa Padang, Kecamatan Gantarang, Bulukumba, bernama Andi Rahmi, yang tidak bisa tertolong karena lamban dilakukan operasi di rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Daeng Raja, sangat disesalkan legislator DPRD Bulukumba. 

Ketua Komisi D DPRD Bulukumba Fahidin HdK sempat terkejut mendengar informasi tersebut. Legislator PKB ini mengaku tidak menyangka ada kejadian seperti ini lantaran ketidakprofesionalan para dokter. 

“Masa, saya baru dengar. Persoalan ini kita akan bahas di komisi. Hal seperti ini tidak bisa dibiarkan begini terus, apalagi telah merenggut nyawa orang,” tegas Fahidin kepada FAJAR, Kamis 3 September. 

Ia mengungkapkan, selama ini alasan selalu yang menjadi penyebab lambannya ditangani fasien karena mendahulukan administrasi ketimbang pelayanan cepat. ” Kenyataannya kan selama ini, para dokter hanya mendahulukan administrasi. Padahal disisi lain pelayanan yang sangat mendesak diperlukan,” ungkapnya. 

Olehnya itu, ia meminta kepada pihak rumah sakit baik untuk dokter ahli, bidang dan lainnya, agar tidak meninggal rumah sakit satu kali 24 jam.

“Tidak ada alasan mereka meninggalkan rumah sakit. Ini harus menjadi pelajaran dan tidak boleh terulang kembali,” sesalnya. 
Asal diketahui, nyawa bayi tidak dapat diselamatkan gara-gara lambat menjalani operasi. 

Dimana, dokter hanya  melakukan operasi setelah kondisi pasien sudah mengigil menderita sakit yang dialaminya. Keluarga bersama pasien sejak awal masuk rumah sakit telah meminta segera dilakukan operasi. Sayang, bidan yang menangani ini mengabaikan alasan kondisi masih membaik sambil menunggu lahir normal. Tak kunjung melahirkan akhirnya harus dioperasi. (taq/wik)
loading...
Click to comment
To Top