Anies Baswedan Anggap Remeh Penelitian Gunung Padang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Anies Baswedan Anggap Remeh Penelitian Gunung Padang

JAKARTA-Sikap Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan yang menganggap remeh penelitian Gunung Padang dan tidak menghargai para ilmuan Indonesia sangat disayangkan oleh mantan Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Andi Arief.

Padahal, selama kurang lebih empat tahun Andi beserta 18 doktor terbaik dari berbagai disiplin ilmu di Indonesia ingin menyumbangsihkan sesuatu yang sangat berharga dan tidak ternilai harganya untuk dipersembahkan kepada negara yang kesemuanya masih tersimpan di Gunung Padang. Namun tampaknya Anies malah menganggap remeh.

“Menteri Anis menganggap sepele 18 doktor yang telah meneliti Gunung Padang. Mungkin dia kira ‘bule-bule’lah satu-satunya manusia yang unggul,” sergah Andie kepada Kantor Berita Politik RMOL, (Minggu, 6/9).

Dalam penilaian Andi, sosok Anies adalah seorang menteri yang sombong karena menganggap para peneliti hanya akan meminta bantuan dana. Bahkan, Anies menilai kebudayan yang dimaksudnya hanya sebatas musik, nari-nari, baca puisi dan menulis saja.

“Anies telah menjadi birokrat tulen. Harusnya menteri dapat belajar bagaimana pertambangan Freeport Papua ditemukan, Newmont NTB ditemukan. Puncaknya pendidikan ya menemukan,” ujar Andi.

Ditambahkannya, mungkin Menteri Anies takut dimarahi Presiden Joko Widodo, karena riset Gunung Padang ada hanya pada era Presiden SBY. Namun, Andi menilai pemikiran seperti itu kolot, sebab hasil penelitian ini semua untuk disumbangkan sepenuhnya kepada negara.

“Harusnya Anies berpikir, kalau cuma candi atau batu-batu untuk apa tim riset Gunung Padang datang dari multi disiplin di luar, arkeolog,” sergah Andi.

Menurut Andi, Anies perlu berpikir untuk apa Raffles sibuk sampai lelah ke Indonesia membongkar Borobudur dan berbagai candi lainnya? Hal itu karena mereka baik sekali. Sementara Menteri Anies yang lari sekolah ke Amerika harusnya tahu bahwa untuk melihat ke bawah tanah hingga 200 meter teknologinya sudah ada.

“Dunia internasional menaruh perhatian pada riset Gunung Padang bahkan ada yang akan memberi award. Untuk itu, sangat disayangkan Anies menjadi menteri malah memilih konservatif divdalam bidang riset dan kebudayaan,” sesal Andi.

Ditegaskan Andi, riset dan kebudayaan modern itu sudah beralih dari sekedar menghabiskan uang negara menjadi aktifitas yang menyumbang negara. [rus/rmol]

loading...
Click to comment
To Top