Bayar Honorer, Sekolah di Temanggung Diperbolehkan Tarik Sumbangan dari Siswa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Bayar Honorer, Sekolah di Temanggung Diperbolehkan Tarik Sumbangan dari Siswa

TEMANGGUNG – Banyaknya honor guru tidak tetap/tidak tetap (GTT/PTT) yang saat ini belum terbayarkan karena tidak ada alokasi dana dari sekolah, membuat Pemerintah Kabupaten Temanggung mengizinkan SMKN/SMAN di wilayah Temanggung untuk menarik dana sumbangan/pungutan dari wali murid/orang tua siswa.

Menurut surat edaran nomor 4224/0545/2015 yang ditandatangani Bupati Temanggung Bambang Soekarno, bahwa Pemkab mengizinkan
sekolah menarik pungutan dan atau sumbangan dari orang tua wali/peserta didik untuk membayar honorarium GTT/PTT dalam jangan
tertentu, sampai dengan tersedia dan dicairkan dana dari APBD Kabupaten.
Namun, dalam surat tersebut tidak ditentukan nominal pungutan atau penarikan sumbangan bagi siswa tersebut. Pertimbangan diizinkan
menarik sumbangan dari orang tua/wali siswa diantaranya peraturan daerah (Perda) Kabupaten Temanggung Nomor 27 Tahun 2011
tentang pendidikan, bahwa satuan pendidikan menengah dalam menetapkan sumbangan dan/atau operasional pendidikan dari masyarakat
wajib mendapatkan izin bupati.
Diakui, sampai sekarang masih ada guru dan tenaga pendidikan wiyata bakti yang diangkat oleh kepala sekolah guna memenuhi kebutuhan
kekurangan guru dan tenaga pendidikan pada setiap penyelenggara pendidikan. Sementara dana Biaya Operasional Sekolah (BOS)
SMA/SMK hanya digunakan untuk biaya operasional non personal sesuai aturan yang berlaku.
Sebelumnya, sejumlah SMAN/SMKN di Kabupaten Temanggung mengajukan izin untuk memungut sumbangan biaya pendidikan kepada
orang tua/wali siswa dengan alasan untuk menutup kekurangan biaya operasional (kegiatan) sekolah namun pungutan yang diajukan
sekolah hanya dana sumbangan penyelenggara pembelajaran (SPP).
Kepala Sekolah SMAN 2 Temanggung, Supriyanto, menyatakan, kekurangan dana operasional tersebut pihak sekolah kesulitan untuk
membayar GTT/PTT. Dikatakan, tahun ajaran 2014 sekolah negeri masih diperkenankan memungut biaya pendidikan sebesar Rp
80.000/bulan/siswa dan biaya investasi pendidikan maksimal sebesar Rp 3 juta/siswa. Tetapi, untuk pungutan yang diajukan tahun 2015 ini
oleh Dinas Pendidikan harus di bawah angka Rp 80.000/siswa.
“Karenanya, pungutan dana sumbangan yang diajukan untuk SMAN 2 dan SMAN 1 memungut dana SPP setiap bulan hanya sebesar Rp
75.000/siswa sesuai dengan rancangan anggaran belanja sekolah yang telah dibuat,” tutur Supriyanto usai rapat dengan kepala sekolah
lain, beberapa hari lalu. (din)

loading...
Click to comment
To Top