Menguji Kemampuan Prosesor Intel Core Generasi ke-6 – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

Menguji Kemampuan Prosesor Intel Core Generasi ke-6

FAJARONLINE, JAKARTA – Intel Indonesia bekerjasama dengan JagatReview menyelenggarakan Preliminary Battle of the Amateur OverClocking Tournament 2015 (AOCT 2015). Putaran awal AOCT 2015 ini diselenggarakan pada tanggal 5 sampai 7 September 2015 di arena Yogyakomtek 2015, pameran komputer terbesar di Yogyakarta. Kompetisi ini adalah pertama di Indonesia untuk menguji kemampuan Prosesor Intel Core Generasi ke-6 terbaru.

“Ini adalah komitmen jangka panjang kami untuk menjadikan teknologi mudah diakses dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Kami membawa teknologi terbaru yang baru saja diluncurkan di arena Gamescom 2015 di Jerman ke Yogyakarta. Komunitas TI akan mendapatkan kesempatan pertama untuk merasakan dan menguji kemampuan Prosesor Intel Core Generasi ke-6 terbaru melalui AOCT 2015,” kata Rini F. Hasbi Marketing Director, Intel Indonesia melalui rilis diterima FAJAR, Minggu 6 September.

“AOCT 2015 yang merupakan kolaborasi dengan JagatReview adalah kompetisi live overclocking pertama di Indonesia dengan menggunakan prosesor desktop Intel Core i7-6700K,” Rini menambahkan.

Produk-produk Skylake ini meletakkan dasar untuk keluarga prosesor Intel Core Generasi ke-6 dan chipset seri Intel 100. Ditargetkan pada gamer dan overclocker, produk-produk baru menyajikan hal keren dan kreatif dimana orang senang melakukannya dengan platform desktop. Dengan dukungan penuh memori DDR4 untuk pertama kalinya pada desktop mainstream, dan kembalinya range penuh sebagai dasar clock kecepatan penyeteman CPU bagi overclocker, dan sampai 4 core pada frekuensi dasar 4.0 GHz.

AOCT adalah kompetisi amatir dalam mendorong komputer atau komponen perangkat keras untuk beroperasi lebih cepat dari frekuensi clock yang ditentukan produsen. Kompetisi ini bertujuan untuk menemukan bakat baru dari overclocker yang akan bersaing di tingkat internasional. Intel dan Jagat Review telah bekerjasama sejak 2012 menyelenggarakan AOCT untuk menciptakan generasi baru overclocker yang dapat bersaing dalam kompetisi nasional dan internasional.

Co-Founder JagatReview.com, Dedy Irvan menyatakan bahwa kompetisi overclocking di Indonesia pertama kali diadakan pada tahun 2001. Kompetisi overclocking ini menjadi ajang pamer para produsen TI di Indonesia. Bahkan, para overclocker menjadi acuan produsen dalam pengembangan produknya. Namun kepopuleran kompetisi overclocking karena tiap kompetisi diikuti orang-orang yang nyaris sama terus.

“Kompetisi ini menjadi unik karena merupakan kompetisi overclocking live pertama di Indonesia yang menggunakan memori DDR4,” Dedy menambahkan.

AOCT selalu diawali dengan tahap audisi dikarenakan peserta lomba adalah amatir. Dalam tahap ini, para pendaftar akan diuji pengetahuan seputar PC serta overclocking, kemampuan merakit PC, dan kemampuan overclocking sederhana. Dalam AOCT 2015, hanya 12 team (24 orang) terbaik dari audisi awal yang bisa melanjutkan ke babak berikutnya. Juri kompetisi overclocking ini adalah para overclocker yang sudah pernah memenangkan lomba overclocking di tingkat dunia. Sebagai tambahan, juga diadakan kompetisi overclocking kecil yang terbuka untuk umum agar pengunjung bisa terlibat langsung dalam kompetisi.

“Sejak AOCT 2012, tercatat sudah ada sekitar 20 overclocker baru Indonesia masuk ke dalam jajaran overclocker yang bertanding di taraf internasional secara online di www.hwbot.org. Sudah ada 2 lulusan AOCT yang bertanding dalam event live internasional. Salah satu di antaranya berhasil meraih peringkat ke-3 lomba amatir tingkat internasional. Sementara yang lainnya berhasil meraih tiket ke putaran final pertandingan internasional di Taipei, Taiwan tahun 2014 lalu,” pungkas Dedy. (aci)

loading...
Click to comment
To Top