2016, Jalur Ganda KA Palur-Madiun Selesai – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

2016, Jalur Ganda KA Palur-Madiun Selesai

SRAGEN, RAJA — Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuat jalur ganda (double track) kereta api (KA) sepanjang puluhan kilometer dari Palur, Kabupaten Karanganyar hingga Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, Sragen sejak sepekan lalu.

Pembangunan jalur ganda hingga Madiun itu ditarget rampung 2016 mendatang. Pejabat Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) VI Yogyakarta, Gatut Sutiyatmoko, mengatakan bahwa pelaksanaan dilakukan langsung oleh Ditjen Perkeretapian Kemenhub. “Jadi pembuatan jalur ganda itu bukan wewenang PT KAI. Kami di PT KAI hanya membantu dalam pengawasan. Jadi teknis pekerjaan bagaimana dan panjang lintasannya berapa, kami tidak tahu persis,” ujar Gatut.

Dia menyatakan pembangunan jalur ganda KA itu merupakan bagian dari pelayanan karena bisa melancarkan lalu lintas KA dan mengurangi risiko keterlambatan penumpang. Dia mengatakan pekerjaanya mulai dari pengerukan tanah, pembuatan jembatan, dan pembebasan tanah.

Sejumlah alat berat mulai beraktivitas di pinggir rel KA. Aktivitas alat berat itu terlihat di perlintasan Kampung Teguhan sejak sepekan terakhir. Dua alat berat yang beroperasi  di lokasi itu pada setiap harinya. Alat berat itu mengeruk tanah untuk persiapan fondasi jembatan. Jalur ganda itu akan melewati Sungai Garuda yang menjadi batas Kampung Teguhan Kelurahan Sragen Wetan dan Kampung Mageru Kelurahan Sragen Tengah.

Kepala Stasiun KA Sragen, Suwardi, tidak tahu menahu pekerjaan jalur ganda itu. Dia hanya mendengar pembangunan jalur ganda itu dilakukan sepanjang Palur-Kebonromo.

Sementara seperti disebutkan dalam situs Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, pembangunan ini akan menjadi bagian dari rencana jalur ganda sepanjang 400 kilometer yang menghubungkan Surabaya hingga Solo melalui rute Wonokromo, Mojokerto, Madiun, dan Paron.

Dalam situs itu disebutkan total anggaran yang dikeluarkan sekitar dari Rp 6 triliun. Pembiayaan berasal dari APBN tahun 2015. (sp)

To Top