Nazar Puasa Orang Tua Jompo ke Idris Syukur – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Nazar Puasa Orang Tua Jompo ke Idris Syukur

FAJARONLINE, BARRU — Mengenakan tongkat berukuran setengah meter, nenek itu berjalan tertatih-tatih. Kaki kanan dan tangannya, cacat sejak dulu, sehingga untuk berjalan harus mengandalkan tongkat andalannya itu.

Meski penuh keterbatasan secara fisik, namun semangat Emma Empeng, 83 tahun, tetap menggebu-gebu. Itu nampak saat perempuan setengah baya yang menjadi saksi hidup penjajahan Belanda di Indonesia tersebut, hadir di sosialisasi kandidat bupati Barru nomor urut 3 Andi Idris Syukur di Mattoanging, Barru, Senin 7 September.

Sambil mondar mandir di depan lokasi kegiatan, Emma Empeng yang giginya sudah ompong itu, terus menyemangati warga yang datang agar bersama-sama mendukung Idris Syukur-Suardi Saleh 9 Desember mendatang. Alasannya, selain cucu pejuang kemerdekaan, juga menunjukkan keberpihakannya ke rakyat kecil selama memimpin Barru.

“Sejak dulu saya setiap bulan dibiayai oleh beliau, baik dikasi beras maupun uang. Pak Idris ini baik sekali orangnya,” puji Emma Empeng yang disiang itu mengenakan daster berwarna hijau.

Karena kecintaannya terhadap Idris, Emma Empeng ikhlas untuk menyosialisasikan pasangan bertagline “Bekerja untuk Rakyat” itu, baik ke kerabatnya, maupun warga di sekitar tempat tinggalnya di Sumpang. Bahkan, ia bernazar berpuasa jika Idris kembali terpilih.

“Narekko terpilih kembali alena Pak Idris, purana mannia mappuasa eppa essona. (Kalau Idris terpilih kembali, saya akan berpuasa empat hari),” sebut Emma Empeng di depan warga dan putra bungsu Idris Syukur, Andi Ghiyats Idris.

Seakan mencurahkan dukungannya, Emma ini juga bersimpati atas berbagai isu dan fitnah yang dialamatkan ke Idris, baik jelang pendaftaran kandidat, maupun pasca ditetapkan secara resmi sebagai calon bupati Barru.

“Maega makkeda, deni gagai Pak Idris, tapi engka mui. Nasengni ero lawangnge itikkengngi, tapi engka mui kasi. Maja metto ampena ero tau makkeda-kedai Pak Idris. (Ada yang bilang Idris tidak maju lagi di pilkada, tapi kenyataannya sudah resmi menjadi calon. Ada juga dihembuskan, Pak Idris ditangkap, namun masih ada menyapa kita. Kurang ajar memang itu orang yang sering hujat dan fitnah Pak Idris),” katanya.

Putra bungsu Idris, Andi Ghiyats yang mendengar dukungan nenek itu, merasa terharu sekaligus menyampaikan terima kasihnya atas ketulusan Emma Empeng mendukung bapaknya di pilkada. “Terima kasih Emma,” kata Ghiyats, sembari menyalami nenek tua yang jari-jari tangannya itu sudah cacat. (*/wik)

Click to comment
Makassar

Nazar Puasa Orang Tua Jompo ke Idris Syukur

FAJARONLINE, BARRU — Mengenakan tongkat berukuran setengah meter, nenek itu berjalan tertatih-tatih. Kaki kanan dan tangannya, cacat sejak dulu, sehingga untuk berjalan harus mengandalkan tongkat andalannya itu.

Meski penuh keterbatasan secara fisik, namun semangat Emma Empeng, 83 tahun, tetap menggebu-gebu. Itu nampak saat perempuan setengah baya yang menjadi saksi hidup penjajahan Belanda di Indonesia tersebut, hadir di sosialisasi kandidat bupati Barru nomor urut 3 Andi Idris Syukur di Mattoanging, Barru, Senin 7 September.

Sambil mondar mandir di depan lokasi kegiatan, Emma Empeng yang giginya sudah ompong itu, terus menyemangati warga yang datang agar bersama-sama mendukung Idris Syukur-Suardi Saleh 9 Desember mendatang. Alasannya, selain cucu pejuang kemerdekaan, juga menunjukkan keberpihakannya ke rakyat kecil selama memimpin Barru.

“Sejak dulu saya setiap bulan dibiayai oleh beliau, baik dikasi beras maupun uang. Pak Idris ini baik sekali orangnya,” puji Emma Empeng yang disiang itu mengenakan daster berwarna hijau.

Karena kecintaannya terhadap Idris, Emma Empeng ikhlas untuk menyosialisasikan pasangan bertagline “Bekerja untuk Rakyat” itu, baik ke kerabatnya, maupun warga di sekitar tempat tinggalnya di Sumpang. Bahkan, ia bernazar berpuasa jika Idris kembali terpilih.

“Narekko terpilih kembali alena Pak Idris, purana mannia mappuasa eppa essona. (Kalau Idris terpilih kembali, saya akan berpuasa empat hari),” sebut Emma Empeng di depan warga dan putra bungsu Idris Syukur, Andi Ghiyats Idris.

Seakan mencurahkan dukungannya, Emma ini juga bersimpati atas berbagai isu dan fitnah yang dialamatkan ke Idris, baik jelang pendaftaran kandidat, maupun pasca ditetapkan secara resmi sebagai calon bupati Barru.

“Maega makkeda, deni gagai Pak Idris, tapi engka mui. Nasengni ero lawangnge itikkengngi, tapi engka mui kasi. Maja metto ampena ero tau makkeda-kedai Pak Idris. (Ada yang bilang Idris tidak maju lagi di pilkada, tapi kenyataannya sudah resmi menjadi calon. Ada juga dihembuskan, Pak Idris ditangkap, namun masih ada menyapa kita. Kurang ajar memang itu orang yang sering hujat dan fitnah Pak Idris),” katanya.

Putra bungsu Idris, Andi Ghiyats yang mendengar dukungan nenek itu, merasa terharu sekaligus menyampaikan terima kasihnya atas ketulusan Emma Empeng mendukung bapaknya di pilkada. “Terima kasih Emma,” kata Ghiyats, sembari menyalami nenek tua yang jari-jari tangannya itu sudah cacat. (*/wik)

Click to comment
To Top