Pemkot Salatiga Bakal Ambilalih Pembangunan Pasar Jetis – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Pemkot Salatiga Bakal Ambilalih Pembangunan Pasar Jetis

SALATIGA – Pasar Jetis Salatiga bakal dilakukan revitalisasi setelah pihak investor pelaksana pembangunan pasar itu akhirnya menyatakan mundur dan tidak sanggup melanjutkan pembangunannya. Pasar tersebut telah mangkrak kurang lebih tujuh tahun lamanya. Meski mangkrak, puluhan pedagang tetap setia membuka usahanya di pasar tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop UMKM) Kota Salatiga, Muthoin menyatakan, dengan mundurnya investor pelaksana pembangunan Pasar Jetis itu, pihaknya kini telah membentuk tim khusus untuk melakukan penghitungan ulang nilai ivestasinya. Pasalnya, Pemkot Salatiga akhirnya harus memberikan ganti rugi kepada pihak investor yaitu PT Sari Rejeki Agung (SRA) Yogyakarta. Hal ini, karena perjanjian awalnya antara pemkot dengan investor melakukan bagi hasil.
“Pembentukan tim appraisal (penghitung) ini masih dalam proses lelang. Nantinya, jika telah terbentuk tim khusus maka akan langsung bekerja menghitung nilai investasi dan bangunan yang telah dibangunnya. Kemudian, Pemkot Salatiga akan mengundang investor PT SRA untuk membahas bersama. Intinya, kami akan mencari solusi terbaik dan tepat agar Pemkot Salatiga dan investor tidak saling dirugikan,” jelas Muthoin kepada wartawan, Senin (7/9).
Ditambahkan, terkait dengan regulasi perubahan dari kerjasama pihak ketiga jika pembangunan Pasar Jetis diambil alih Pemkot Salatiga, hal itu masih dalam kajian. Pada prinsipnya, selama ini tidak ada adendum perjanjian kerjasama dengan investor. Bertahun-tahun pembangunan itu mangkrak, maka Pemkot Salatiga mau tidak mau harus mengambil alih menyelesaikannya. Karena, selama ini bangunan Lantai II yang mangkrak dan untuk Lantai I masih dimanfaatkan para pedagang untuk berjualan.
Menurutnya, dengan mundurnya investor PT SRA Yogyakarta itu, maka Pemkot Salatiga harus membayar ganti rugi kepada investor yang nilainya sesuai dengan nilai bangunan yang telah dibangun. Dari hitungan pihak investor, nilai yang telah tertanam dalam Pasar Jetis itu mencapai Rp4 miliar. Selain itu, pihak ketiga juga wajib membayar denda atas pembangunan yang tidak selesai, dari hitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencapai Rp 400 juta, yaitu 5 % dari aset Pasar Jetis sebesar Rp10,3 miliar. (hes)

To Top