266 Desa Belum Bisa Cairkan Dana Desa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

266 Desa Belum Bisa Cairkan Dana Desa

TEMANGGUNG – Akibat belum sempurnanya penyusunan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) sebanyak 266 desa yang ada di Kabupaten Temanggung hingga saat ini belum bisa mencairkan dana desa tahap pertama tahun 2015. Diperkirakan baru pada bulan Oktober mendatang pihak desa bisa menikmati pencairan dana desa yang bersumber dari APBN tersebut.

“Dana desa sebenarnya sudah siap, namun karena APBDes perlu direvisi sehingga saat ini belum bisa dicairkan,” kata Kepala Bapermades
Temanggung Agus Aarwono di kantornya Selasa (7/9).
Ia menuturkan APBdes dana desa perlu direvisi karena banyak ditemukan penggunaan yang tidak sesuai dengan Permendes No 22 Tahun
2015 tentang prioritas penggunaan dana desa dan Perbup No 30.
“Contoh ada beberapa desa yang menggunakan dana desa untuk membayar honor guru PAUD atau digunakan untuk operasional
kelembagaan, itukan tidak dibenarkan. Dalam aturannya, dana desa hanya diperuntukan untuk pembangunan infrastruktur desa dan
pemberdayaan masyarakat,’’ tegasnya.
Makanya harus direvisi dulu, lanjut Agus, untuk kemudian apabila sudah dibenahi kemudian dimantapkan, kemungkinan baru minggu
pertama atau kedua bulan Oktober baru bisa dicairkan.
Tahun ini, Kabupaten Temanggung mendapatkan total dana desa sebesar Rp72.4 miliar. Untuk pencairan tahap satu sudah ditransfer ke
kas daerah sebesar Rp28,3 miliar, dengan rata-rata per desa menerima Rp250 juga hingga Rp350 juta.
Selain dana desa, juga ada Alokasi Dana Desa (ADD) dan bagi hasil pajak dan retribusi sebesar Rp78 miliar per tahun. Dana desa dan
ADD dibagikan pada 266 desa yang tersebar di 20 kecamatan.
Sementara itu sejumlah kepala desa di Kabupaten Temanggung mengeluhkan berbelitnya regulasi pencairan dana desa yang berakibat
pada molornya pembangunan infrastruktur desa.
Kepala Desa Kalimanggis, Kecamatan Kaloran, Didik Agus Susilo, mengungkapkan regulasi dana desa sangat berbelit-belit dan sulit.
Dampaknya pembangunan infrastruktur di desa terancam tidak tepat waktu.
“Pembangunan fisik di desanya terancam tidak bisa tepat waktu, karena hingga saat ini masih menunggu dana desa cair,” katanya.
Namun demikian, pihaknya akan berupaya menyelesaikan semua penyusunan APBdes semuanya tepat waktu, sehingga dana desa bisa
segera dicairkan. Menurutnya, untuk dana untuk pembayaran gaji kepala desa dan perangkat selama enam bulan sudah cair. Tapi untuk
Bulan Agustus dan September belum cair, sedangkan dana desa lainnya belum bisa dicairkan. (din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top