Begini Tanggapan Novanto Saat Dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Begini Tanggapan Novanto Saat Dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan

JAKARTA- Ketua DPR Setya Novanto menilai langkah Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dalam merespons pengaduan dugaan pelanggaran etik dirinya patut diapresiasi.

Hal itu menunjukkan bahwa MKD telah menjalankan tugas, fungsi dan kewenangan sebagaimana amanat Peraturan DPR RI Nomor 1/2015 dan Nomor 2/2015 tentang Kode Etik dan Tata Beracara Mahkamah Kehormatan Dewan.

“Kami mempersilahkan MKD untuk melakukan fungsi, tugas dan wewenangnya, termasuk melakukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran tersebut. Meski demikian, kami berharap segenap anggota dan pimpinan MKD bekerja secara profesional tanpa intervensi kepentingan pragmatis dari pihak-pihak tertentu. Karena kami merasa kehadiran kami dalam jumpa pers bersama Donald Trump tidak melanggar kode etik anggota DPR,” jelas Novanto dalam keterangan kepada redaksi, Senin (7/9).

Menurutnya, MKD memiliki mekanisme tersendiri dalam menilai dan menentukan sebuah perkara yang dilaporkan.

“Selama ini, kami memandang MKD telah bekerja dengan baik dalam menjalankan kewenangannya. Telah banyak anggota DPR yang merasakan efek dari kinerja tersebut. Anggota DPR pun merasa terlindungi dan ternaungi oleh keberadaan MKD,” ujar Novanto.

Novanto berpendapat, tindak lanjut MKD memerlukan dukungan dari semua pihak. Agar segala tuduhan dan tudingan tidak menyisakan fitnah. Publik harus memiliki pengetahuan yang utuh tentang dugaan pelanggaran etik yang melibatkan dirinya dan beberapa anggota dewan lain.

“Tindak lanjut MKD juga kami perlukan untuk memperjelas posisi dan status kasus yang sebenarnya. Apalagi, kami menyandang amanah besar dari seluruh anggota DPR sebagai pimpinan DPR,” bebernya.

“Sebagai pimpinan lembaga negara, kami mendukung proses dan langkah MKD. Karena langkah tersebut adalah sebagai bentuk penguatan kelembagaan MKD dan secara umum sebagai penguatan kelembagaan DPR RI,” tambah Novanto yang merupakan Waketum Partai Golkar versi Munas IX Bali.

Diketahui, Setya Novanto bersama wakil Fadli Zon mengikuti agenda sidang The 4th World Conference of Speakers Inter Parliamentary Union (IPU) di New York. Kunjungan ke Amerika Serikat diagendakan berlangsung dari tanggal 31 Agustus sampai 2 September 2015.

Di luar agenda tersebut, Setya Novanto dan Fadli Zon terlihat hadir dalam jumpa pers bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump di Trump Tower, New York City, Kamis (3/9).

Dalam akhir kampanye Trump memperkenalkan Novanto kepada publik Amerika. Tanpa malu, Novanto pun mengiyakan saat ditanya Trump apakah rakyat Indonesia menyukainya sebagai kandidat capres negeri Paman Sam.

Selain Novanto dan Fadli Zon, plesiran parlemen ke acara kampanye Trump juga diikuti Kepala Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Nurhayati Ali Assegaf, Wakil Ketua Komisi I Tantowi Yahya, Ketua Komisi III Azis Syamsuddin, anggota BKSAP Yuliari Batubara, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Kemaritiman Eddy Pratomo.

Atas tindakannya, Novanto dan Fadli Zon berikut rombongan dilaporkan ke MKD oleh sejumlah anggota dewan. Dengan dugaan melanggar Peraturan Kode Etik DPR Bab I Ketentuan Umum pasal 1 ayat 10, Bab II Kode Etik Bagian kesatu Kepentingan Umum pasal 2 ayat 5, Bagian kedua Integritas pasal 3 ayat 1. [sam]

loading...
Click to comment
To Top