Idris-Suardi Kembangkan SMK Berbasis Pesantren – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Idris-Suardi Kembangkan SMK Berbasis Pesantren

FAJARONLINE, BARRU – Perhatian Andi Idris Syukur pada sektor pengembangan keagamaan tak perlu diragukan lagi. Kandidat Bupati Barru nomor urut 3 itu, selama lima tahun terakhir banyak memberi karya nyata terhadap pembinaan dan syiar keaagamaan. Itu tercermin pada masa kepemimpinannya periode pertama 2010-2015. Selain intens memberi bantuan ke pembangunan masjid, juga merealisasikan pembangunan Islamic Center, serta memfasilitasi beberapa pembangunan pesantren. Tak hanya itu, pasangan Suardi Saleh itu juga sudah menggagas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis pesantren yang akan diterapkan di berbagai kecamatan, seperti SMK di Pujananting, Barru.

Sesuai rencana, SMK yang terletak di Doi-doi tersebut dilengkapi fasilitas asrama dan mushallah. Bangunan itu akan dijadikan tempat mengasah kemampuan siswa-siswa di bidang keagamaan setelah di pagi hingga siang hari belajar pengetahuan umum, atau mata pelajaran kurikuler. “Jadi pagi sampai siang itu belajar umum. Pelajaran tambahannya itu tentang keagamaan, baik di sore hari maupun di malam hari. Makanya kita buatkan asramaa, agar anak-anak kita bisa fokus belajar,” ujar aluamni magister sains Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar tersebut.

Selain SMK, beberapa sekolah lainnya juga akan diterapkan model yang sama dengan harapan putra-putri Barru bisa memahami dan memaknai tentang keagamaan. Hal itu sangat penting, guna menanamkan pengetahuan keagamaan sejak dini di tengah pengaruh modernisasi. Bahkan, sebagai bentuk perhatian pemerintah, Idris akan terus memperjuangkan pemberian beasiswa berkelanjutan. Misalnya, siswa yang mampu menghafal Al-Quran hingga 30 juz dibiayai kuliahnya sampai program doktor atau S3, dan bebas memilih perguruan tinggi. “Bagi siswa yang mampu menghafal Al-Quran 20 juz, kita biayai sampai S2. Sementara yang menghafal 10 juz, itu kita biayai hingga S1. Terserah mau kuliah di tempat mana, dan mau pilih fakultas apa,” papar Idris.

Selain itu, Idris di setiap kunjungan sosialisasinya, maupun bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat, selalu mengingatkan ke orang tua untuk menyekolahkan anaknya. Pasalnya, banyak lapangan kerja segera dibuka di Barru, seperti pabrik semen. “Pabrik semen yang akan dibangun, plus gudang pupuk dan kereta api, serta perusahaan baru lainnya semua membutuhkan tenaga kerja. Dan waktu saya memberikan izin, saya punya kesepakatan, bahwa 80 persen karyawan dan tenaga kerjanya harus putra-putri asli Barru,” tandas Idris. (rilis)

To Top