Ini Dampak Buruk jika Berhenti Bercinta – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Interest

Ini Dampak Buruk jika Berhenti Bercinta

TAHUKAH Anda bahwa bercinta itu tak hanya menyenangkan, tetapi juga memiliki manfaat untuk kesehatan. Sayangnya, ada beberapa orang yang masih enggan untuk bercinta karena beberapa faktor tertentu.

Biasanya karena sibuk bekerja, lelah, patah hati atau trauma. Jangan pernah berpikir untuk berhenti bercinta dengan pasangan Anda karena dampaknya sangat buruk bagi kesehatan.

Berikut beberapa dampak buruk jika Anda berhenti bercinta, seperti dilansir laman Yahoo Health, Selasa (8/9).

1. Anda akan merasa lebih cemas.

Bercinta membantu menghilangkan stress. Peneliti Skotlandia menemukan bahwa orang yang stop bercinta berjuang untuk mengatasi stres dibandingkan dengan mereka yang bercinta setidaknya sekali dalam 2 minggu. Saat berhubungan “begituan”, otak melepaskan endorfin dan oksitosin yang membantu Anda merasa lebih nyaman.

2. Pria, hati-hati untuk kanker prostat.

Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada American Urological Association menemukan pria yang sering bercinta mengalami penurunan 20 persen untuk risiko kanker prostat. Alasannya karena ejakulasi bisa menghapus zat berbahaya dari prostat.

3. Anda lebih rentan terhadap pilek dan flu.

Anda juga akan melewatkan manfaat meningkatkan kekebalan tubuh jika Anda stop bercinta. Para peneliti di Wilkes-Barre University di Pennsylvania menemukan orang yang melakukan hubungan b”egituan” sekali atau dua kali seminggu mengalami peningkatan 30 persen pada immunoglobulin A (IgA) dibandingkan dengan mereka yang jarang “bercinta” atau tidak pernah. IgA merupakan salah satu baris pertama pertahanan tubuh terhadap virus.

4. Anda merasa insecure terhadap hubunga Anda dengan pasangan

[NEXT-FAJAR]

Tidak adanya hubungan “begituan” bisa beresiko pada kebahagiaan, kedekatan dan keamanan hubungan Anda.

“Juga bisa mengakibatkan harga diri Anda jatuh, menimbulkan rasa bersalah dan menurunkan kadar oksitosin dan hormon ikatan lainnya,” kata Les Parrott, PhD, seorang psikolog.

“Bercinta di ranjang adalah salah satu ekspresi keintiman untuk pasangan,” katanya.

Berciuman, berpegangan tangan dan memberikan pujian atau hadiah yang tak terduga bisa membantu Anda merasa terhubung dengan pasangan Anda secara emosional, bahkan jika Anda tidak menghabiskan waktu berhubungan secara fisik.

5. Risiko Anda untuk disfungsi ereksi meningkat

Pria yang jarang bercinta dua kali lebih mungkin untuk mengalami disfungsi ereksi daripada mereka yang melakukannya sekali seminggu atau lebih, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Medicine. (fny/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top