Mantan Kepsek SMA 1 Bula Dituntut 3,6 Tahun Penjara – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Mantan Kepsek SMA 1 Bula Dituntut 3,6 Tahun Penjara

AMBON — Mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Bula, Ismail Rumau, dituntut 3 tahun 6 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Ambon, Rabu (9/9).
Sidang dengan agenda tuntutan  JPU, Endang Anakoda  itu, dipimpin Hakim Ketua Ahmad Bukhori SH, didampingi Hakim Anggota, Heri Leliantono SH dan Abadi SH. Terdakwa, hadir didampingi tim penasehat hukum, Alfaris Laturake cs.
Dalam tuntutannya, JPU meminta agar majelis hakim yang mengadili perkara itu, menyatakan terdakwa Ismail Rumauw terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Terdakwa dijerat dengan pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 64 ayat (1) KUHP.
“Meminta agar majelis hakim yang mengadili perkara ini, menjatuhkan hukuman selama 3 tahun 6 bulan penjara kepada terdakwa, “ ucap JPU saat membaca amar tuntutannya.
Selain hukuman penjara, JPU juga meminta majelis hakim memvonis terdakwa agar membayar denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Selain itu, JPU juga meminta agar terdakwa dikenai hukuman berupa kewajiban membayar uang pengganti (UP) kerugian negara senilai Rp 919.750.000.
“Dengan ketentuan, apabila 1 bulan setelah putusan tetap pengadilan terdakwa tidak sanggup membayar, maka harta bendanya disita. Dan apabili setelah dilelang harta bendanya tidak cukup untuk menutupi kerugian negara, maka terdakwa harus dipenjara selama 1 tahun 9 bulan,” pinta Endang.
Dalam perkara ini, SMA 1 Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menerima dana BOS Rp 800 juta pada 2013 Rp 298 dan 2014 Rp 546 juta. Selain dana BOS, Sekolah itu juga menerima dana Bantuan Sosial Pendampingan Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum 2013 tahun anggaran 2014, sebesar Rp162.750.000.00
Sebagai Kepsek, Rumauw menggunakan sebagian dana-dana itu tidak sesuai peruntukan. Dia menggunakannya untuk kepentingan pribadi, sehingga mengakibatkan kerugian Negara sebesar Rp 919.750.000.
Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim menunda persidangan hingga Rabu pekan depan.  Agenda sidang berikutnya adalah pembacaan nota pembelaan (Pledoi) oleh penasihat hukum terdakwa. (MALFI LUHUKAY)

loading...
Click to comment
To Top