2019, Seluruh Masyarakat Sudah Menjadi Peserta BPJS Kesehatan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

2019, Seluruh Masyarakat Sudah Menjadi Peserta BPJS Kesehatan

SALATIGA – Tahun 2019 mendatang telah ditargetkan seluruh masyarakat Indonesia masuk menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sedangkan tahun 2015 ini ditekankan pada badan usaha lingkup besar yang wajib menjadi peserta BPJS Kesejatan ini. Dari sini, langkah BPJS Kesehatan akan terus melakukan sosialisasi ke seluruh elemen. Demikian dikatakan Dokter Nurifansyah MKM AAK, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali.

Terkait dengan adanya target yang ditentukan, bahwa hal itu sebagai salah satu alat untuk melakukan evaluasi. Pasalnya, jika di tahun 2019 mendatang, ada yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan maka akan memperoleh/mendapatkan sanksi. Selain itu, dengan masuk menjadi peserta BPJS Kesehatan, sesuai dengan undang-undang (UU) maka seluruh penduduk akan mendapatkan perlindungan sosial khususnya masalah kesehatannya.
“Yang jelas, terkait dengan adanya target itu, bahwa secara umum sebagai alat untuk melakukan evaluasi. Apakah masyarakat secara keseluruhan pada tahun 2019 telah menjadi peserta BPJS Kesehatan ataukah belum. Jika memang tahun 2019 itu, belum menjadi peserta maka akan kena sanksi,” tandas Dokter Nurifansyah kepada Rakyat Jateng, disela-sela media gathering BPJS Kesehatan Kantor Cabang Boyolali dengan Forum Jurnalis Salatiga (FJS), Kamis (10/9).
Dalam acara tersebut, Dokter Nurifansyah juga mengaku jika sejak BPJS Kesehatan ini digulirkan, di tengah masyarakat banyak orang yang nekat mengaku petugas BPJS. Mereka itu tanpa identitas yang jelas melakukan penipuan dengan meminta sejumlah uang kepada masyarakat yang menjadi incarannya dengan dalih untuk mempercepat pembuatan kartu BPJS.
“Kami tegaskan disini, bahwa Kantor BPJS Kesehatan tidak pernah menugaskan seseorang untuk meminta-minta apapun kepada calon peserta BPJS. Selain itu, juga tidak pernah melakukan penjualan alat-alat kesehatan secara berkeliling masuk kampung-kampung. Semua itu jelas sebagai bentuk penipuan dan masyarakat harus lebih waspada dan hati-hati,” ujarnya lebih lanjut. (hes)

loading...
Click to comment
To Top