Banggar DPRD Bulukumba Boikot Pembahasan ABPD-Perubahan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Banggar DPRD Bulukumba Boikot Pembahasan ABPD-Perubahan

FAJARONLINE, BULUKUMBA — Sejumlah anggota DPRD Bulukumba, tidak hadir atau memboikot pembahasan perdana terhadap APBD-Perubahan yang dijadwalkan, beberapa hari terakhir ini. Ketidakhadiran dewan ini menyebabkan pembahasan terpaksa ditunda karena rapat tidak kuorum, hanya dihadiri beberapa anggota badan anggaran (banggar).

Kepala dinas dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) didampingi sekretaris daerah (sekda) Bulukumba, Andi Bau Amal, yang sejak pagi sudah datang terpaksa pulang dengan rasa kecewa. Bahkan, sudah rela menunggu sampai duhur, namun anggota banggar yang berjumlah 20 orang tak kunjung hadir semua. Diruangan paripurna terlihat hanya seorang anggota dewan bernama, Amiruddin, asal fraksi Golkar. Informasi yang dihimpun menyebutkan, para wakil rakyat menolak menghadiri pembahasan perdana disebabkan pemerintah tidak mengakomidir anggaran kartu miskin Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), dan dana pendidikan gratis yang diusulkan anggota dewan sebelumnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi D DPRD Bulukumba, Hj Nuraidah, mengungkapkan, pihaknya memilih tidak hadir dalam pembahasan awal APBD-Perubahan bersama anggota banggar lain, karena ada usulan yang belum disepakati. Padahal, usulan dewan ini sangat penting diakomodir dalam APBD sebenarnya, sebab berbicara pada masyarakat banyak, khususnya warga miskin yang belum menerima kartu BPJS berjumlah 31 ribu lebih. Sehingga tidak ada alasan pemerintah mengabaikan, bahkan harus dian ggarkan kalau pembahasan ingin tetap dilanjutkan. “Ini bukan kepentingan kami dan teman lain. Tapi, ini murni berbicara masyarakat, dan harus diperjuangkan,” katanya, Kamis 10 September.

Permintaan dewan sudah beberapa hari ini dibicarakan bersama Pemkab, hanya hasilnya tidak menemukan ada titik terang yang diberikan. Padahal usulan ini sederhana saja yakni cukup dianggarkan, karena kalau tidak maka dikhawatirkan akan terjadi kecemburuan sosial dimasyarakat dibawah, sebab sebagian sudah diserahkan, sedang lain belum, padahal statusnya semua sama. Mana lagi, kata dia, dana pendidikan gratis milik dinas pendidikan yang diduga dialihkan ke lokasi lain. Semua ini menjadi alasan sehingga sebagian menolak hadir.

“Iya, ada dua permintaan kita. Anggarkan dana miskin yang masih tersisa 31 ribu, dan dana pendidikan gratis dikembalikan. Jangan dialihkan ke SKPD lain,” ungkapnya.

Sekda Bulukumba, Andi Bau Amal, mengaku, ketidakhadiran anggota banggar, karena mungkin masih sibuk dengan urusan lain, apalagi calon jamaah haji baru semua diberangkatkan subuh, sehingga kemungkinan masih sedang istirahat. Hanya menurut dia, kalau pembahasan APBD-Perubahan memang dijadwalkan dimulai hari ini, namun belum hadir secara keseluruhan, kemungkinan malam dilanjutkan akan pembahasannya. Usulan dewan soal dana BPJS sedang dalam tahap pembahasan. “Kalau rapat, biasanya dimulai jam 9. Tapi, sekarang belum dimulai. Mungkin karena masih sibuk. Tidak masalah, masih bisa sebentar, dalam undangan juga tidak disebutkan jam berapa,” terangnya. (taq/wik)

loading...
Click to comment
To Top