Gerindra Pertanyakan, Mengapa Dirut Pelindo II Diistimewakan? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Gerindra Pertanyakan, Mengapa Dirut Pelindo II Diistimewakan?

JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR ini terus mengkritisi kinerja Direktur Utam PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, RJ Lino di depan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

Bambang Haryo Soekartono, yang juga Anggota Komisi VI DPR mencoba membandingkan kinerja RJ Lino sebagai Dirut Pelindo II dengan dirut perusahaan pelat merah lainnya.

Menurut dia, kinerja Lino memimpin Pelindo II masih dalam level biasa dibanding dirut lainnya. Namun Politikus Partai Gerinda ini merasa aneh mengapa Lino mendapat perlakuan yang begitu istimewa.

Padahal, sambungnya ada dirut yang berkinerja lebih bagus namun mendapatkan perlakuan yang biasa saja.

“Pak Lino ini seperti dewa, diperlakukan istimewa. Padahal kinerjanya biasa aja lebih bagus yang lain, katanya saat Rapat Kerja antara Komisi VI DPR dengan Menteri BUMNI Rini Soemarno, di Ruang Rapat Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/9) malam.

Bambang menyebut beberapa dirut yang juga bagus kinerjanya. “Seperti Pak Arief di Garuda, Pak Djarwo di Pelindo III dan lain-lain,” katanya.

Dikatakan Bambang, “Jadi terus terang, karena kami juga melihat tidak ada istimewanya Pelindo II itu.”

Pihaknya melihat bahwa yang istimewa itu justru Pelindo III karena bisa mengoperasikan terminal Peti Kemas di Teluk Lamong yang serba automatik tanpa melibatkan asing di dalam pelaksanaan pengelolaannya.

Karena itu, menurut Bambang, Komisi VI juga kecewa melihat laporan kinerja RJ Lino, yang diklaimnya telah berhasil menaikkan produktivitas Pelindo II. Setelah diamati, ternyata belum begitu moncer dan masih tertinggal jauh dengan pelabuhan di negara lain.

“Kalau kemarin Pak Lino mengatakan, produktivitas Pelindo II sangat tinggi. Begitu kami lihat, move per hour (MpH) yang menjadi tolok ukur produktivitas setiap pelabuhan, ternyata tidak terlalu istimewa,” ujarnya.

Bambang mengungkapkan, “Di kita 30 MpH, di Singapura 60 MpH, di Hongkong 45 MpH. Saya yakin ibu juga ingin benahi lingkungan BUMN agar sehat,” tandas Bambang.(chi/jpnn)

loading...
Click to comment
Ragam

Gerindra Pertanyakan, Mengapa Dirut Pelindo II Diistimewakan?

JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR ini terus mengkritisi kinerja Direktur Utam PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, RJ Lino di depan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

Bambang Haryo Soekartono, yang juga Anggota Komisi VI DPR mencoba membandingkan kinerja RJ Lino sebagai Dirut Pelindo II dengan dirut perusahaan pelat merah lainnya.

Menurut dia, kinerja Lino memimpin Pelindo II masih dalam level biasa dibanding dirut lainnya. Namun Politikus Partai Gerinda ini merasa aneh mengapa Lino mendapat perlakuan yang begitu istimewa.

Padahal, sambungnya ada dirut yang berkinerja lebih bagus namun mendapatkan perlakuan yang biasa saja.

“Pak Lino ini seperti dewa, diperlakukan istimewa. Padahal kinerjanya biasa aja lebih bagus yang lain, katanya saat Rapat Kerja antara Komisi VI DPR dengan Menteri BUMNI Rini Soemarno, di Ruang Rapat Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/9) malam.

Bambang menyebut beberapa dirut yang juga bagus kinerjanya. “Seperti Pak Arief di Garuda, Pak Djarwo di Pelindo III dan lain-lain,” katanya.

Dikatakan Bambang, “Jadi terus terang, karena kami juga melihat tidak ada istimewanya Pelindo II itu.”

Pihaknya melihat bahwa yang istimewa itu justru Pelindo III karena bisa mengoperasikan terminal Peti Kemas di Teluk Lamong yang serba automatik tanpa melibatkan asing di dalam pelaksanaan pengelolaannya.

Karena itu, menurut Bambang, Komisi VI juga kecewa melihat laporan kinerja RJ Lino, yang diklaimnya telah berhasil menaikkan produktivitas Pelindo II. Setelah diamati, ternyata belum begitu moncer dan masih tertinggal jauh dengan pelabuhan di negara lain.

“Kalau kemarin Pak Lino mengatakan, produktivitas Pelindo II sangat tinggi. Begitu kami lihat, move per hour (MpH) yang menjadi tolok ukur produktivitas setiap pelabuhan, ternyata tidak terlalu istimewa,” ujarnya.

Bambang mengungkapkan, “Di kita 30 MpH, di Singapura 60 MpH, di Hongkong 45 MpH. Saya yakin ibu juga ingin benahi lingkungan BUMN agar sehat,” tandas Bambang.(chi/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top