Minim Armada, Pemkab Tetap Kirim Bantuan Air – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Minim Armada, Pemkab Tetap Kirim Bantuan Air

PATI, RAJA – Minimnya armada pengangkut bantuan air bersih dari Pemkab rupanya masih menjadi kendala utama dalam penyaluran bantuan air bersih dari Pemkab Pati. Meski demikian, setiap  harinya Pemkab Pati terus berupaya mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga yang tinggal di desa-desa yang mengalami kekeringan. Namun upaya tersebut mengalami hambatan dengan keterbatasan armada, yang digunakan. Bahkan permintaan bantuan 2 armada dari PMI  Provinsi Jawa Tengah, hanya direkomendasi 1 armada.

“Kalau airnya itu masih banyak, armadanya saja yang kurang. Padahal setiap hari mulai dari PDAM, PMI dan BPBD sudah operasional terus. Kemarin saya minta bantuan lagi kendaraan truk tanki air di PMI Propinsi saya pinjam 2 namun baru diberi 1. Kemudian PMI ini ada tiga operasional, dari Dwi kelinci, DPU yang kita pinjam, PMI Provinsi, BPBD, PDAM semua operasional kita bagi wilayah,” ujar Bupati Pati usai memimpin acara Rakor Penanganan Konflik Sosial Tingkat Kabupaten Pati di Ruang Joyokusumo, Kompleks Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (8/9).

Lebih lanjut Bupati memaparkan bahwa PDAM Tirta Bening melayani wilayah tengah, seperti Kecamatan Kayen, dan Kecamatan Gabus. Sementara itu, PMI di Kecamatan Jaken, Jakenan, Pucakwangi dan Kecamatan Batangan, sedangkan Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Winong ditangani oleh BPBD.

“ Setiap harinya armada yang ada sudah kita maksimalkan, agar semua  warga yang tinggal di daerah yang terdampak kekeringan segera mendapat bantuan, Namun karena adanya  kendala yakni kurangnya armada truk tengki  ada juga wilayah yang belum tersentuh bantuan. Persediaan air ada, tapi karena armada tidak mencukupi sehingga ya harus sabar,” pinta Haryanto.

Upaya lain yang dilakukan Pemkab adalah dengan melibatkan berbagai instansi swasta di Kabupaten Pati. Secara bertahap Pemkab Pati bersama dengan BPBD, PMI, dan PDAM secara bergilir memberikan sumbangan air ke desa-desa seperti yang dilakukan Senin (8/9) kemarin di Desa Sitimulyo, Kecamatan Puncakwangi yang melibatkan PMI.

Desa ini menjadi salah satu tujuan penyaluran bantuan air bersih karena sebagian besar warganya harus ngangsu dari tempat yang jauh untuk mendapatkan air. Jika terpaksa harus membeli, mereka harus rela membeli hingga Rp 7 ribu per jerigen. Karena itulah, ketika ada bantuan air datang, warga pun langsung berebut. (*)

Ragam

Minim Armada, Pemkab Tetap Kirim Bantuan Air

PATI, RAJA – Minimnya armada pengangkut bantuan air bersih dari Pemkab rupanya masih menjadi kendala utama dalam penyaluran bantuan air bersih dari Pemkab Pati. Meski demikian, setiap  harinya Pemkab Pati terus berupaya mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga yang tinggal di desa-desa yang mengalami kekeringan. Namun upaya tersebut mengalami hambatan dengan keterbatasan armada, yang digunakan. Bahkan permintaan bantuan 2 armada dari PMI  Provinsi Jawa Tengah, hanya direkomendasi 1 armada.

“Kalau airnya itu masih banyak, armadanya saja yang kurang. Padahal setiap hari mulai dari PDAM, PMI dan BPBD sudah operasional terus. Kemarin saya minta bantuan lagi kendaraan truk tanki air di PMI Propinsi saya pinjam 2 namun baru diberi 1. Kemudian PMI ini ada tiga operasional, dari Dwi kelinci, DPU yang kita pinjam, PMI Provinsi, BPBD, PDAM semua operasional kita bagi wilayah,” ujar Bupati Pati usai memimpin acara Rakor Penanganan Konflik Sosial Tingkat Kabupaten Pati di Ruang Joyokusumo, Kompleks Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (8/9).

Lebih lanjut Bupati memaparkan bahwa PDAM Tirta Bening melayani wilayah tengah, seperti Kecamatan Kayen, dan Kecamatan Gabus. Sementara itu, PMI di Kecamatan Jaken, Jakenan, Pucakwangi dan Kecamatan Batangan, sedangkan Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Winong ditangani oleh BPBD.

“ Setiap harinya armada yang ada sudah kita maksimalkan, agar semua  warga yang tinggal di daerah yang terdampak kekeringan segera mendapat bantuan, Namun karena adanya  kendala yakni kurangnya armada truk tengki  ada juga wilayah yang belum tersentuh bantuan. Persediaan air ada, tapi karena armada tidak mencukupi sehingga ya harus sabar,” pinta Haryanto.

Upaya lain yang dilakukan Pemkab adalah dengan melibatkan berbagai instansi swasta di Kabupaten Pati. Secara bertahap Pemkab Pati bersama dengan BPBD, PMI, dan PDAM secara bergilir memberikan sumbangan air ke desa-desa seperti yang dilakukan Senin (8/9) kemarin di Desa Sitimulyo, Kecamatan Puncakwangi yang melibatkan PMI.

Desa ini menjadi salah satu tujuan penyaluran bantuan air bersih karena sebagian besar warganya harus ngangsu dari tempat yang jauh untuk mendapatkan air. Jika terpaksa harus membeli, mereka harus rela membeli hingga Rp 7 ribu per jerigen. Karena itulah, ketika ada bantuan air datang, warga pun langsung berebut. (*)

Ragam

Minim Armada, Pemkab Tetap Kirim Bantuan Air

PATI, RAJA – Minimnya armada pengangkut bantuan air bersih dari Pemkab rupanya masih menjadi kendala utama dalam penyaluran bantuan air bersih dari Pemkab Pati. Meski demikian, setiap  harinya Pemkab Pati terus berupaya mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga yang tinggal di desa-desa yang mengalami kekeringan. Namun upaya tersebut mengalami hambatan dengan keterbatasan armada, yang digunakan. Bahkan permintaan bantuan 2 armada dari PMI  Provinsi Jawa Tengah, hanya direkomendasi 1 armada.

“Kalau airnya itu masih banyak, armadanya saja yang kurang. Padahal setiap hari mulai dari PDAM, PMI dan BPBD sudah operasional terus. Kemarin saya minta bantuan lagi kendaraan truk tanki air di PMI Propinsi saya pinjam 2 namun baru diberi 1. Kemudian PMI ini ada tiga operasional, dari Dwi kelinci, DPU yang kita pinjam, PMI Provinsi, BPBD, PDAM semua operasional kita bagi wilayah,” ujar Bupati Pati usai memimpin acara Rakor Penanganan Konflik Sosial Tingkat Kabupaten Pati di Ruang Joyokusumo, Kompleks Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (8/9).

Lebih lanjut Bupati memaparkan bahwa PDAM Tirta Bening melayani wilayah tengah, seperti Kecamatan Kayen, dan Kecamatan Gabus. Sementara itu, PMI di Kecamatan Jaken, Jakenan, Pucakwangi dan Kecamatan Batangan, sedangkan Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Winong ditangani oleh BPBD.

“ Setiap harinya armada yang ada sudah kita maksimalkan, agar semua  warga yang tinggal di daerah yang terdampak kekeringan segera mendapat bantuan, Namun karena adanya  kendala yakni kurangnya armada truk tengki  ada juga wilayah yang belum tersentuh bantuan. Persediaan air ada, tapi karena armada tidak mencukupi sehingga ya harus sabar,” pinta Haryanto.

Upaya lain yang dilakukan Pemkab adalah dengan melibatkan berbagai instansi swasta di Kabupaten Pati. Secara bertahap Pemkab Pati bersama dengan BPBD, PMI, dan PDAM secara bergilir memberikan sumbangan air ke desa-desa seperti yang dilakukan Senin (8/9) kemarin di Desa Sitimulyo, Kecamatan Puncakwangi yang melibatkan PMI.

Desa ini menjadi salah satu tujuan penyaluran bantuan air bersih karena sebagian besar warganya harus ngangsu dari tempat yang jauh untuk mendapatkan air. Jika terpaksa harus membeli, mereka harus rela membeli hingga Rp 7 ribu per jerigen. Karena itulah, ketika ada bantuan air datang, warga pun langsung berebut. (*)

Ragam

Minim Armada, Pemkab Tetap Kirim Bantuan Air

PATI, RAJA – Minimnya armada pengangkut bantuan air bersih dari Pemkab rupanya masih menjadi kendala utama dalam penyaluran bantuan air bersih dari Pemkab Pati. Meski demikian, setiap  harinya Pemkab Pati terus berupaya mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga yang tinggal di desa-desa yang mengalami kekeringan. Namun upaya tersebut mengalami hambatan dengan keterbatasan armada, yang digunakan. Bahkan permintaan bantuan 2 armada dari PMI  Provinsi Jawa Tengah, hanya direkomendasi 1 armada.

“Kalau airnya itu masih banyak, armadanya saja yang kurang. Padahal setiap hari mulai dari PDAM, PMI dan BPBD sudah operasional terus. Kemarin saya minta bantuan lagi kendaraan truk tanki air di PMI Propinsi saya pinjam 2 namun baru diberi 1. Kemudian PMI ini ada tiga operasional, dari Dwi kelinci, DPU yang kita pinjam, PMI Provinsi, BPBD, PDAM semua operasional kita bagi wilayah,” ujar Bupati Pati usai memimpin acara Rakor Penanganan Konflik Sosial Tingkat Kabupaten Pati di Ruang Joyokusumo, Kompleks Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (8/9).

Lebih lanjut Bupati memaparkan bahwa PDAM Tirta Bening melayani wilayah tengah, seperti Kecamatan Kayen, dan Kecamatan Gabus. Sementara itu, PMI di Kecamatan Jaken, Jakenan, Pucakwangi dan Kecamatan Batangan, sedangkan Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Winong ditangani oleh BPBD.

“ Setiap harinya armada yang ada sudah kita maksimalkan, agar semua  warga yang tinggal di daerah yang terdampak kekeringan segera mendapat bantuan, Namun karena adanya  kendala yakni kurangnya armada truk tengki  ada juga wilayah yang belum tersentuh bantuan. Persediaan air ada, tapi karena armada tidak mencukupi sehingga ya harus sabar,” pinta Haryanto.

Upaya lain yang dilakukan Pemkab adalah dengan melibatkan berbagai instansi swasta di Kabupaten Pati. Secara bertahap Pemkab Pati bersama dengan BPBD, PMI, dan PDAM secara bergilir memberikan sumbangan air ke desa-desa seperti yang dilakukan Senin (8/9) kemarin di Desa Sitimulyo, Kecamatan Puncakwangi yang melibatkan PMI.

Desa ini menjadi salah satu tujuan penyaluran bantuan air bersih karena sebagian besar warganya harus ngangsu dari tempat yang jauh untuk mendapatkan air. Jika terpaksa harus membeli, mereka harus rela membeli hingga Rp 7 ribu per jerigen. Karena itulah, ketika ada bantuan air datang, warga pun langsung berebut. (*)

To Top