Selama Kampanye, AIS Buktikan Komitmen Damai – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Selama Kampanye, AIS Buktikan Komitmen Damai

FAJARONLINE, BARRU — Pembelajaran politik terus ditebarkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Barru Andi Idris Syukur-Suardi Saleh (AIS) di tahapan kampanye. Tak sekadar kata, kandidat nomor urut 3 ini juga membuktikan di setiap kegiatan sosialisasinya.

Selama 10 hari semenjak genderang kampanye dialogis dimulai, baik Idris maupun Suardi lebih fokus menyampaikan berbagai gagasannya melanjutkan pembangunan, ketimbang memprovokasi atau menjelek-jelekkan kandidat lain.

Malah di beberapa kegiatan sosialisasinya, atau pertemuan silaturahminya, pasangan perpaduan birokrat-birokrat itu, justru tetap menyanjung para rivalnya, dan mengajak masyarakat menentukan pilihan sesuai hati nurani.

“Ada tiga pasangan yang maju di pilkada. Silakan pilih sesuai hati nurani’ta, karena saya percaya masyarakat sudah bisa memilah mana yang terbaik dan layak diberi kesempatan melanjutkan pembangunan di Barru,” seru Idris diberbagai kegiatan kampanye dialogis yang dihadirinya.

Kendati Idris maupun Suardi banyak diterpa black campaign (kampanye hitam) selama ini, namun pasangan bertagline “Bekerja Untuk Rakyat” tersebut, berusaha tidak terpancing atau membalasnya sekalipun, dengan alasan masyarakat sudah bisa membedakan mana yang benar dan tidak.

Idris menambahkan, di sisa tiga bulan jelang pencoblosan, jauh lebih baik semua kandidat adu gagasan tanpa menjelek-jelekkan program atau jualan kandidat lainnya. “Sejak dulu saya selalu sampaikan ke tim dan relawan, bahwa lebih baik kita fokus menyampaikan apa yang menjadi program kita, baik yang sudah dilakukan maupun yang akan dilanjutkan, ketimbang kita larut mencelah atau menjelekkan program kandidat lain,” tambah Idris.

Sikap yang sama ditunjukkan Suardi Saleh. Mantan Kepala Bappeda Pinrang tersebut, fokus menyosialisasikan berbagai keberhasilan dan pencapaian pemerintahan Barru selama lima tahun terakhir di bawah kendali Andi Idris Syukur.

“Yang mesti kita jaga sekarang, bagaimana berbagai keberhasilan yang ditorehkan selama ini, termasuk pengakuan dunia terhadap Barru kita bisa jaga dan tingkatkan. Bukan eranya lagi, kita memfitnah orang atau menggunakan segala cara untuk menang,” tegas Suardi.

Ia menambahkan, kandidat yang hanya mengumbar kejelekan atau mencelah pencapaian Barru selama ini, dengan sendirinya bisa mengundang antipati di masyarakat. “Jangan menebar kebencian jika ingin menuai simpati rakyat,” kuncinya.

Sekadar diketahui, selama tahapan kampanye dimulai, pasangan ini terus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satu alasannya, selama kepemimpinan Idris lima tahun terakhir, Barru maju di semua sektor. Itu juga nampak dari rendahnya angka kemiskinan di Barru.(*/wik)

loading...
Click to comment
To Top