Selamatkan Ekonomi, Jokowi Mulai Nyicil – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Selamatkan Ekonomi, Jokowi Mulai Nyicil

JAKARTA – Agar ekonomi tak masuk jurang resesi, kemarin Presiden Jokowi meluncurkan paket kebijakan baru. Namanya Paket Kebijakan Sep-tember 1. Habis ini Jokowi bersiap mengeluarkan 2 paket kebijakan lagi. Presiden pede jurusnya ini bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan ini diumumkan langsung Presiden Jokowi di Istana Merdeka. Sebelum pengumuman, Jokowi menggelar rapat cukup lama bersama Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad.

Di rapat itu Jokowi didampingi tim ekonominya yang lengkap. Ada Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Pertanian Thomas Lembong, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Menteri ESDM Sudirman Said. Turut mendampingi Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, dan Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki.

Rapat berlangsung cukup alot. Dimulai pukul 1 siang, baru selesai 5 sore. Setelah beres, Jokowi dan semua yang ikut rapat menggelar konferensi pers. Agus Marto, Darmil, Muliaman, dan Bambang membawa berkas hasil rapat yang cukup tebal.

Di atas podium, Presiden Jokowi juga membawa catatan, hanya saja tidak begitu tebal. Sebelum membeberkan paket kebijakan yang dikeluarkan, Jokowi lebih dulu mengupas kondisi ekonomi nasional. Jokowi kembali menyebut, pelemahan ekonomi Indonesia terjadi karena imbas gejolak perekonomian dunia.

Untuk melawan pelemahan itu, selama ini pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan strategis dengan mendorong belanja pemerintah. Pemerintah juga sudah melakukan langkah konkret seperti mengendalikan harga komoditi pokok dan memotong bunga kredit usaha rakyat (KUR) dari 23 persen menjadi 12 persen. “Namun, langkah-langkah itu belum cukup. Untuk itu hari ini (kemarin, red) pemerintah meluncurkan paket kebijakan tahap pertama,” ucap Jokowi.

Paket kebijakan ini terdiri atas tiga langkah. Pertama, mendorong daya saing industri nasional melalui deregulasi, debirokratisasi, serta penegakan hukum dan kepastian usaha. Ada 89 dari 154 peraturan dirombak untuk menghilangkan duplikasi, memperkuat koherensi, dan konsistensi, serta memangkas peraturan yang tidak relevan atau menghambat daya saing industri nasional.

“Pemerintah juga melakukan langkah penyederhanaan izin, memperbaiki prosedur kerja perizinan, memperkuat sinergi, peningkatan kualitas pelayanan, serta menggunakan pelayanan yang berbasis elektronik. Pemerintah berkomitmen menyelesaikan semua paket deregulasi pada bulan September dan Oktober 2015. Jadi nanti ada, paket kedua, dan mungkin paket ketiga akan secara konsisten kita lakukan terus,” jelas Jokowi.

Kedua, mempercepat proyek strategis nasional dengan menghilangkan berbagai hambatan, sumbatan dalam pelaksanaan, dan penyelesaian proyek strategis nasional dengan penyederhanaan izin, penyelesaiaan tata ruang dan penyediaan lahan, dan percepatan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Ketiga, meningkatkan investasi di sektor properti. Kata Jokowi, pemerintah mengeluarkan kebijakan ini untuk mendorong pembangunan perumahan khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

“Saya ingin menekankan di sini bahwa paket kebijakan ekonomi ini bertujuan menggerakkan kembali sektor riil yang akhirnya memberikan fondasi pelompatan kemajuan perekonomian kita ke depan. Saya meyakini paket kebijakan ekonomi tahap pertama ini akan memperkuat industri nasional, mengembangkan UKM dan koperasi, memperlancar perdagangan antar daerah, membuat pariwisata makin bergairah, dan menjadikan kesejahteraan nelayan semakin membaik,” ucap Jokowi yakin.

[NEXT-FAJAR]

Demi suksesnya paket ini, Jokowi minta semua masyarakat ikut membantu. “Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, pemerintah tak mungkin bisa bekerja sendirian. Pemerintah membutuhkan kerja sama, membutuhkan kebersamaan, membutuhkan dukungan. Mari bersatu, bergotong royong bersama-sama menghadapi tantangan melemahnya perekonomian global,” ajaknya.

Untuk pemerintah, lanjut Jokowi, tak sekadar berkomitmen menggerakkan ekonomi nasional dengan meluncurkan paket kebijakan ekonomi, tapi juga sangat serius dalam melaksanakan komitmen paket kebijakan ini. “Saya dibantu Wapres serta seluruh anggota kabinet akan memimpin langsung pelaksanaan paket kebijakan ini sehingga langkah-langkah dan terobosan untuk menggerakkan ekonomi nasional benar-benar terwujud dengan baik,” tandasnya.

Setelah Jokowi selesai, Agus Marto, Muliaman D Hadad, dan Darmin Nasution bergantian memberikan penjelasan. Agus Marto menyatakan BI mendukung kebijakan itu. Untuk suksesnya paket kebijakan pemerintah itu, BI ikut mengeluarkan lima kebijakan.

Pertama, memperkuat pengendalian inflasi dan mendorong sektor riil dari sisi supplyperekonomian. Kedua, menjaga stabilisas nilai tukar rupiah. Ketiga, memperkuat pengelolaan likuiditas rupiah. Keempat, memperkuat pengelolaan supply and demand valas. Kelima, langkah-langkah lanjutan untuk pendalaman pasar uang.

“Untuk mendorong implementasi paket kebijakan ini, Bank Indonesia secara aktif akan senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait lainnya.” ucap Agus.

Dari OJK, Muliaman juga memastikan mendukung paket kebijakan pemerintah itu. Salah satunya dengan mempermudah warga asing membuka tabungan valuta asing di Indonesia. “Pembukaan rekening 5.000 dolar AS cukup dengan menunjukkan paspor,” ucapnya.

Sedangkan Darmin bicara untuk menjabarkan tiga jurus Jokowi tadi. Dari sisi makro, kebijakan itu dilakukan dengan penguatan pembiayaan ekspor melalui national interest account. “Regulasinya peraturan menteri keuangan tentang penugasan kepada lembaga pembiayaan ekspor nasional. Deregulasinya, penerbitan peraturan mengenai pembentukan komite penugasan khusus ekspor,” ucapnya.

Sedangkan dari sisi mikro meliputi penetapan harga gas untuk industri, pengembangan kawasan industri, memperkuat fungsi ekonomi koperasi, elpiji untuk nelayan, dan stabilitas harga komiditi pangan. Pemerintah juga akan menyalurkan raskin di bulan ke-13 dan ke-14.

Namun, tiga jurus Jokowi ini diragukan ampuh mengatasi pelemahan yang terjadi. Ekonom dari Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menilai, desain paket kebijakan itu hanya berorientasi pada insentif perbaikan ekonomi jangka menengah dan panjang. Sedangkan insentif untuk jangka pendek sangat terbatas. Akibatnya, paket ini belum menghasilkan efek “wow” di pelaku pasar.

“Tawaran-tawaran insentif yang diwacanakan masih ditanggapi dingin dari para pengusaha, tidak ada efek ‘wow’. Artinya tidak banyak memengaruhi psikologis pasar,” ucapnya.

Ekonom Universitas Gadjah Mada Anggito Abimanyu mewanti-wanti pemerintah melakukan antisipasi yang baik atas gejolak ekonomi global yang terjadi. Anggito paham kondisi perbankan nasional masih sangat bagus, dengan rasio kecukupan modal yang tinggi dan kredit macet yang rendah. “Tapi, kita tetap harus waspada. Jangan sampai pemburukan ini dibiarkan dan kita melakukan respons policy yang keliru,” ucapnya, kemarin. (rmol)

loading...
Click to comment
To Top