Tamsil: Dengan Nuklir, Program Listrik 35.000 MW Bisa Terwujud – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ekonomi & Bisnis

Tamsil: Dengan Nuklir, Program Listrik 35.000 MW Bisa Terwujud

JAKARTA – Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhael Y Galuzin, bersama rombongannya menyambangi DPR RI untuk bertemu dengan pimpinan DPR. Delegasi Dubes Rusia ini dijamu langsung oleh pimpinan DPR Fahri Hamzah, dan Wakil Ketua Komisi VII DPR bidang energi, Tamsil Linrung, di gedung DPR RI Senayan, Jakarta Kamis, (10/9).

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhael Y Galuzin, mengungkapkan rasa hormat dan apresiasinya kepada pimpinan DPR yang telah bersedia menjamu mereka. Pertemuan kali ini akan membahas rencana kerjasama Rusia dan Indonesia dalam bidang pengembangan energi nuklir.

“Terima kasih pada pimpinan DPR atas pertemuan hari ini. Ini merupakan kehormatan bagi kami untuk bertukar pikiran dengan pimpinan DPR. Hari ini kami membahas peluang-peluang unyuk kerjasama khususnya dalam bidang energi nuklir,” kata Mikhael Y Galuzin, saat mengawali pertemuan itu.

Pimpinan DPR Fahri Hamzah sangat mengapresiasi keinginan Rusia untuk menjalin kerjasama khususnya dalam pengembangan energi nuklir di Indonesia. Dia sangat mendukung kerjasama ini bisa terealisasi, karena hanya dengan nuklir Indonesia bisa menjadi negara independen secara energi.

“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi negara independen secara energi dengan nuklir. Karena itu, sebagai pimpinan parlemen saya sangat mendukung kerja sama ini,” kata Fahri Hamzah.

Pada kesempatan itu, Fahri Hamzah juga mempersilahkan kepada Wakil Ketua Komisi VII DPR bidang energi, Tamsil Linrung untuk memaparkan rencana pengembangan energi di Indonesia.

“Disini ada Wakil Ketua Komisi VII DPR bidang energi, yang bisa menjelaskan prospek pengembangan energi di Indonesia,” kata Fahri, seraya memperkenalkan Tamsil kepada Dubes Rusia.

Tamsil mengatakan, saat ini Komisi VII sedang fokus membahas program listrik 35.000 mega watt. Dengan adanya usulan kerjasama bidang energi yang disampaikan pihak Rusia ini, pihaknya optimis program 35.000 mega watt itu bisa terealisasi. Meskipun belum ada dalam roadmap yang disampaikan pemerintah untuk menggunakan energi nuklir. Tapi tidak menutup kemungkinan bisa didorong untuk beberapa item menggunakan energi nuklir.

“Program listrik 35.000 mega watt akan sangat realistis jika dikembangkan dengan energi nuklir, seperti yang diusulkan Rusia. Jika kita melihat proposalnya tadi, maka pemerintah saat ini sangat memungkinkan untuk merealisasikan program tersebut,” kata politisi PKS ini.

Dia berharap, jika kerjasama ini bisa terjalin, Indonesia bisa menjadi negara maju, seperti negara-negara super power lainnya. Karena negara besar seperti Amerika, Rusia dan Prancis juga menggunakan energi nuklir. Bahkan prancis bisa menjadi negara super power di eropa karena menyuplai energi nuklir ke beberapa negara. Bahkan dibeberapa negara berkembang seperti Turki dan Vietnam berhasil membangun energi nuklir.

“Saya kira ini adalah pengalaman yang kongkrit dan bisa menjadi rujukan kita untuk memberikan masukan ke pemerintah,” ujarnya.

Lanjut Tamsil, Indonesia memiliki banyak potensi untuk mengembangkan energi nuklir. Apalagi Rusia sudah melakukan studi dan telah menyampaikan visibility studinya tadi.
“Saya kira pemerintah haruslah terbuka untuk menerima usulan ini, bisa berdiskusi dengan mereka, tentunya nanti kita akan memutuskan yang terbaik untuk rakyat,” pungkasnya.

Untuk menindak lanjuti kerjasama bidang energi ini, Komisi VII juga akan melakukan kunjungan kerja ke Rusia pada 27 September nanti. Kunjungan ini fokus pada mineral dan batu bara (Minerba), sekaligus melihat langsung proyek nuklir yang ada di Rusia. (fmc)

loading...
Click to comment
To Top