Andi Soraya Maju Terus Pantang Mundur untuk Cerai – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hiburan

Andi Soraya Maju Terus Pantang Mundur untuk Cerai

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Maju terus pantang mundur. Prinsip ini dipegang oleh Andi Soraya (Aya) yang tampak niat banget cerai dari Rudi Sutopo, sang pengusaha gaek. Meski sudah seranjang berdua selama empat tahun, Aya ingin segera mengakhiri pernikahan tanpa sidang mediasi ter­lebih dahulu.

“Kalau bisa nggak pake mediasi-mediasi, kami sudah sepakat,” kata Aya yang diketahui melayangkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan, akhir Agustus lalu.

Menurutnya, bukan perkara mudah harus kembali menghadapi perceraian setelah pernikahannya dengan Ahmad Kurnia kandas pada 2001. Berbagai gejolak perasaan, diakui Aya, terus berkecamuk dalam hatinya sebelum memutuskan menggugat cerai Rudi.

“Butuh keberanian, karena saya menikah itu bukan untuk bercerai. Tapi, perjalanan hidup tak seperti yang saya harapkan. Sempat terluka, stres, nggak bisa tidur. Ini bukan keputusan yang mudah. Jadi, di saat saya ajukan gugatan itu, saya sudah melalui shalat Istiqarah,” tutur bintang film Susuk Pocong, Anda Puas Saya Loyo, dan Arisan Brondong ini.

Alasan perceraian, kata Aya, seputar permasalahan prinsip yang sudah tak bisa lagi disatukan. Sayang dia tak mau mengumbar masalah prinsip tersebut.

“Itu kesepakatan kami, biar kami aja yang tahu. Tapi kami usahakan disele­saikan baik-baik,” tuturnya.

“Pasti ada masalah rumah tangga. Tapi, saya nggak mau buka ke publik. Saya jaga nama baik Rudi dan perasaan anak-anak saya. Bagaimana pun juga biarkan itu menjadi misteri. Hubungan rumah tangga kan dilarang buka aib pasangan kita. Kalau dibilang ada istri paling patuh sama suami, mungkin saya orangnya. Jangan terkecoh penampilan luar,” sambung bekas teman mesra Steve Emmanuel ini.

Saat didesak lagi, Aya bersikeras telah melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan rumaht angganya. Namun waktu berjalan, dia merasa sudah tidak cocok lagi dengan Rudi.

“Kami lebih cocok menjadi teman bisnis, dia (Rudi) mentor saya dalam memulai usaha yang saya jalani. Ia mengajarkan banyak hal, mungkin lebih cocok seperti itu. Kalau dalam rumah tangga tidak,” tegasnya.

Aya menilai bahwa ketidakcocokan­nya itu didasari oleh masalah prinsip yang ia pegang teguh. Sehingga dirinya harus memutuskan untuk berpisah.

“Ini sangat prinsip, saya orangnya sangat menjaga suatu ikrar pernikahan. Sehingga kalau nggak ada hal yang bisa ditoleransi, saya bilang oke kayaknya memang kita nggak bisa bersama, kita nggak cocok lagi,” tandasnya.

Setelah diketok hakim, Aya bakal kembali menjanda dan menjadi single parent. Apa tidak sulit?

“Apapun masalah rumah tangga jangan pengaruhi anak-anak saya. Ini pilihan saya, biarkan saya yang menanggungnya, saya nggak mau ting­galkan luka,” jawabnya.

Aya mengklaim dirinyalah yang jus­tru mengajarkan kepada anak-anak agar tak putuskan silahturahmi. Pasalnya itu adalah proses kehidupan, kadang berjalan mulus kadang tidak. Tetapi jangan dijadikan permusuhan.

“Iya, saya mau tanamkan karena tak selamanya cinta harus memiliki. Makanya meski kami cerai, saya bil­ang ke anak, Om Rudi tetap ayahnya. Perceraian urusan mama dan om Rudi,” tukas model majalah dewasa ini.

“Berat ya, karena bagaimanapun juga wanita yang pertama kali di-judge. Pasti begini, begitu, wanita yang salah. Padahal ada sesuatu yang nggak bisa di­ungkapkan, ini sesuatu yang privacy,” tegasnya.

Tak ambil pusing terhadap anggapan miring mengenai statusnya jika kem­bali menjadi janda, Aya bakal menang­gapinya dengan candaan.

“Apalagi kalau ada orang yang kalau nanti saya pergi ke suatu tempat, ada yang melihat dan ngomong, ‘awas janda lewat, bahaya’. Kayak melihat macan lewat, manis cantik,” ungkapnya seraya tertawa.

“Jadi ya sebenernya agak risih tapi ya doakan saja. Kalian men-judge saya silahkan saja,” tutup Aya. ***

Click to comment
To Top