Jangan Pesimis, Biarkan PLN Bekerja Dulu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Jangan Pesimis, Biarkan PLN Bekerja Dulu

JAKARTA — Berbagai tudingan yang mengarah ke Perusahaan Listrik Negara (PLN), memancing komentar banyak kalangan. Yang paling panas, tentu saja “serangan” Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli. Rizal menuding adanya “provider setengah mafia” di layanan listrik prabayar (token) yang menyedot uang rakyat.

Tudingan ini berawal dari keluhan pelanggan terkait potongan dari pembelian pulsa listrik. Rizal pun angkat bicara dengan menuding adanya permainan yang merugikan konsumen. Banyak yang mendukung kecurigaan tersebut, namun ada pula yang memberikan pembelaan.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi VII DPR RI, Dewie Yasin Limpo menilai sah-sah saja jika ada yang menuntut transparansi. Namun, terkait token ini, Dewie yang sudah meminta penjelasan PLN, memberikan pembelaan.

“Memang ada biaya administrasi bank Rp 1.600 untuk setiap pembelian pulsa berapapun nilainya. Belum lagi biaya lain yang harus dibayarkan oleh PLN. Jadi selama ini tidak ada permainan dalam pembelian token tersebut. Jika ingin hemat, masyarakat bisa mengakalinya dengan membeli dalam jumlah cukup banyak untuk sekali transaksi agar terhindar dari pemotongan berulang-ulang,” jelas politikus Partai Hanura asal Sulsel tersebut.

Serangan Rizal lainnya terkait sikap pesimistisnya untuk proyek 35 ribu megawatt, juga ditanggapi Dewie dengan tenang. Menurut dia, Komisi VII tetap memberikan dukungan meski di atas kertas memang bukan tugas mudah untuk mewujudkan target tersebut. Apalagi jika dibandingkan dengan pencapaian pemerintahan di era sebelumnya yang hanya mampu menambah 10 ribu megawatt.

“Kalau semua pesimis, kapan kita bisa maju? PLN pasti punya perhitungan sendiri sehingga mereka berani memasang target 35 ribu megawatt. Lebih baik kita membiarkan mereka bekerja dulu sebelum memberikan penilaian,” tegas Dewie. (fmc)

loading...
Click to comment
To Top