Dana Tak Terduga Rp4 Miliar, Dipersoal – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Dana Tak Terduga Rp4 Miliar, Dipersoal

FAJARONLINE, BULUKUMBA – Anggaran tidak terduga yang diusulkan Pemkab Bulukumba dalam APBD-Perubahan senilai Rp4 miliar dipersoalkan. Pasalnya, kenaikan anggaran dari APBD pokok hanya mencapai Rp500 juta lebih dianggap telah melanggar sistem manajemen keuangan daerah.

Aktivis Kopel Bulukumba, Muh Syarif, mengungkapkan, pihaknya tidak mengerti terhadap usulan anggaran tak terduga yang langsung mengalami kenaikan cukup signifikan dari perencanaan sebelumnya. Padahal, dalam aturan tidak boleh melebihi usulan awalnya, sehingga usulan ini menjadi pertanyaan besar, mengingat kejadian luar biasa di Bulukumba belum pernah terjadi. Persiapan anggaran awal mungkin masih ada, eksekutif tidak perlu lagi mengusulkan lebih besar.

“Inikan aneh, apalagi jumlahnya banyak sekali. Belum pasti dana sebelumnya juga habis. Ini harus jelas semua,” katanya, Sabtu 12 September.

Menurutnya, realisasi anggaran tak terduga belum bisa dipastikan habis secara keseluruhan selama beberapa bulan terakhir. Bulukumba kata dia, belum perlu ada kejadian yang luar biasa yang membutuhkan bantuan dana besar kepada warga. Sejauh ini hanya peristiwa kebakaran saja, namun anggaran ini sudah dialokasikan dalam bentuk bantuan sosial (bansos). Makan kenaikan dana perlu ada kejelasan, sisa waktu penggunan dana juga tinggal beberapa bulan sudah tertutup, karena memasuki anggaran baru APBD pokok 2016. Mana lagi penambahan anggaran lainnya. “Kita tidak mau asal mengusulkan, harus jelas sasarannya,” ungkapnya.

Syarif berharap anggota dewan mencermati dengan teliti apa yang menjadi usulan eksekutif yang dianggap tidak rasional. Dewan sebaiknya jangan hanya menjadi tukang ketuk palu saja. Namun, harus melakukan koreksi demi kemajuan daerah yang lebih.

Di luar itu, perjalanan dinas meningkat Rp4 miliar, hanya sikap dewan menolak pembahasan sebelumnya, sudah langkah maju. Sebab, memperjuangkan hak warga miskin yang mencapai 31 ribu jiwa belum diakomodir anggarannya.
“Kalau perjuangan dewan, warga miskin ini, saya kira sudah tepat. Karena dananya memang harus diakomodir,” tegasnya.(taq/wik)
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Makassar

Dana Tak Terduga Rp4 Miliar, Dipersoal

FAJARONLINE, BULUKUMBA – Anggaran tidak terduga yang diusulkan Pemkab Bulukumba dalam APBD-Perubahan senilai Rp4 miliar dipersoalkan. Pasalnya, kenaikan anggaran dari APBD pokok hanya mencapai Rp500 juta lebih dianggap telah melanggar sistem manajemen keuangan daerah.

Aktivis Kopel Bulukumba, Muh Syarif, mengungkapkan, pihaknya tidak mengerti terhadap usulan anggaran tak terduga yang langsung mengalami kenaikan cukup signifikan dari perencanaan sebelumnya. Padahal, dalam aturan tidak boleh melebihi usulan awalnya, sehingga usulan ini menjadi pertanyaan besar, mengingat kejadian luar biasa di Bulukumba belum pernah terjadi. Persiapan anggaran awal mungkin masih ada, eksekutif tidak perlu lagi mengusulkan lebih besar.

“Inikan aneh, apalagi jumlahnya banyak sekali. Belum pasti dana sebelumnya juga habis. Ini harus jelas semua,” katanya, Sabtu 12 September.

Menurutnya, realisasi anggaran tak terduga belum bisa dipastikan habis secara keseluruhan selama beberapa bulan terakhir. Bulukumba kata dia, belum perlu ada kejadian yang luar biasa yang membutuhkan bantuan dana besar kepada warga. Sejauh ini hanya peristiwa kebakaran saja, namun anggaran ini sudah dialokasikan dalam bentuk bantuan sosial (bansos). Makan kenaikan dana perlu ada kejelasan, sisa waktu penggunan dana juga tinggal beberapa bulan sudah tertutup, karena memasuki anggaran baru APBD pokok 2016. Mana lagi penambahan anggaran lainnya. “Kita tidak mau asal mengusulkan, harus jelas sasarannya,” ungkapnya.

Syarif berharap anggota dewan mencermati dengan teliti apa yang menjadi usulan eksekutif yang dianggap tidak rasional. Dewan sebaiknya jangan hanya menjadi tukang ketuk palu saja. Namun, harus melakukan koreksi demi kemajuan daerah yang lebih.

Di luar itu, perjalanan dinas meningkat Rp4 miliar, hanya sikap dewan menolak pembahasan sebelumnya, sudah langkah maju. Sebab, memperjuangkan hak warga miskin yang mencapai 31 ribu jiwa belum diakomodir anggarannya.
“Kalau perjuangan dewan, warga miskin ini, saya kira sudah tepat. Karena dananya memang harus diakomodir,” tegasnya.(taq/wik)
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top