Geprindo Kritik Dirut BNI Terkait Pembangunan Smelter – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ekonomi & Bisnis

Geprindo Kritik Dirut BNI Terkait Pembangunan Smelter

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Direktur Utama Bank Negara Indonesia, Ahmad Baiquni harus mundur dari jabatannya. Pernyataannya tentang ketidakmampuan dalam membiayai pembangunan smelter menunjukan bahwa kompetensinya minim.

Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo), Bastian P Simanjuntak mengatakan, alasan Ahmad Baiquni tidaklah tepat. Sebab, masih banyak cara yang bisa dilakukan guna mewujudkan hal itu. Salah satunya dengan menggandeng perusahaan Konsultan Metallurgy sebagai pihak ketiga yang bisa menilai kelayakan rencana pembangunan Smelter.

“Harusnya Dirut Bank BNI 46 ingat sejarah, Bank BNI didirikan tahun 1946 dengan moto sebagai Bank Patriotik dan Bank Perjuangan, tujuannya untuk menggerakan roda ekonomi Indonesia, jadi seharusnya semangat itu tidak hilang dong?” tekan Bastian kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (12/9).

Menurutnya, pembangunan smelter saat ini sangat dibutuhkan bagi para pengusaha, utamanya pribumi yang bergerak di sektor pertambangan. Kebutuhan tersebut diperlukan untuk mengolah hasil pertambangan mulai dari bahan mentah menjadi bahan setengah jadi. Apalagi, sejak tahun 2012 lalu perusahaan tambang mineral diwajibkan Pemerintah untuk membangun Smelter dan dilarang mengekspor bahan mentah akibat dampak UU Minerba No 4/2009.

Karenanya, dia mendesak Pemerintah untuk mengganti para Direktur Utama bank-bank pelat merah yang memiliki pandangan Liberal dengan yang mempunyai pandangan Trisakti. Dengan cara tersebut Bank BUMN akan mempunyai keperdulian untuk membangun ekonomi bangsa yang berdikari.(sam/rmol)

loading...
Click to comment
To Top