Harusnya Petugas Masjidil Haram Bisa Antisipasi Sebelum Crane Jatuh! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Harusnya Petugas Masjidil Haram Bisa Antisipasi Sebelum Crane Jatuh!

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Bela sungkawa dan ucapan duka atas tragedi jatuhnya crane (alat berat) di Masjidil Haram yang mengakibatkan 107 orang meninggal dunia dan 238 luka-luka diantaranya 34 jemaah haji asal Indonesia terus bermunculan.

Ucapan bela sungkawa juga datang dari Ikatan Pesantren Indonesia (IPI). Ketua Umum Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Zaini Ahmad mengatakan, pihaknya mendoakan agar semua korban dalam peristiwa itu‎ diterima di sisi Allah SWT.

“Keluarga besar IPI mendoakan semua yang wafat dan keluarga yang ditinggalkan sabar, tabah dan saya menyerukan kepada pimpinan pesantren di wilayah dan cabang untuk mendoakan mengirimkan fatehah kepada para korban ” kata kyai pengasuh pondok pesantren AL IKHLAS ini dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Sabtu (12/9).

Walau begitu, pria yang biasa disapa Gus Zaini ini tetap mengkritik sikap petugas penyelenggara haji yang terkesan lamban dan kurang mensosialisasikan bahaya badai kepada jamaah haji. Alhasil, kejadian tersebut seperti memperlihatkan adanya pembiaran calon haji Indonesia pergi meninggalkan pemondokan di saat badai.

“Dengan adanya korban meninggal dan terluka akibat tertimpa alat berat ini menandakan adanya pembiaran yang di lakukan petugas haji di Masjidil Haram, seharusnya petugas cepat mengantisipasi ketika badai datang agar jamaah diam dipemondokan,” kritik dia.

Menurut otoritas Saudi Arabia, akibat badai yang disertai hujan, sebuah alat berat konstruksi jatuh dan menewaskan puluhan jamaah haji dan lainnya luka-luka di Masjidil Haram, Mekah, Saudi Arabia, Jumat malam, 11 September.

Alat berat, atau crane, banyak ditemui di lingkungan Masjidil Haram karena sedang dilakukan renovasi demi memperluas kapasitas jamaah.

Menurut informasi Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia Dr Fidiansjah di Mekkah, Jumat malam, sampai pukul 23.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau Sabtu pukul 03.00 WIB, dua anggota jemaah perempuan asal Indonesia meninggal pada peristiwa itu dan 32 jamaah lainnya mengalami luka ringan dan berat.

“Dua orang yang meninggal adalah Ibu Masnauli Hasibuan dari kloter 09 Medan (KNO 09) dan Iti Rasti Darmin dari kloter JKS 23,” tandasnya.(sam)

loading...
Click to comment
Daerah

Harusnya Petugas Masjidil Haram Bisa Antisipasi Sebelum Crane Jatuh!

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Bela sungkawa dan ucapan duka atas tragedi jatuhnya crane (alat berat) di Masjidil Haram yang mengakibatkan 107 orang meninggal dunia dan 238 luka-luka diantaranya 34 jemaah haji asal Indonesia terus bermunculan.

Ucapan bela sungkawa juga datang dari Ikatan Pesantren Indonesia (IPI). Ketua Umum Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Zaini Ahmad mengatakan, pihaknya mendoakan agar semua korban dalam peristiwa itu‎ diterima di sisi Allah SWT.

“Keluarga besar IPI mendoakan semua yang wafat dan keluarga yang ditinggalkan sabar, tabah dan saya menyerukan kepada pimpinan pesantren di wilayah dan cabang untuk mendoakan mengirimkan fatehah kepada para korban ” kata kyai pengasuh pondok pesantren AL IKHLAS ini dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Sabtu (12/9).

Walau begitu, pria yang biasa disapa Gus Zaini ini tetap mengkritik sikap petugas penyelenggara haji yang terkesan lamban dan kurang mensosialisasikan bahaya badai kepada jamaah haji. Alhasil, kejadian tersebut seperti memperlihatkan adanya pembiaran calon haji Indonesia pergi meninggalkan pemondokan di saat badai.

“Dengan adanya korban meninggal dan terluka akibat tertimpa alat berat ini menandakan adanya pembiaran yang di lakukan petugas haji di Masjidil Haram, seharusnya petugas cepat mengantisipasi ketika badai datang agar jamaah diam dipemondokan,” kritik dia.

Menurut otoritas Saudi Arabia, akibat badai yang disertai hujan, sebuah alat berat konstruksi jatuh dan menewaskan puluhan jamaah haji dan lainnya luka-luka di Masjidil Haram, Mekah, Saudi Arabia, Jumat malam, 11 September.

Alat berat, atau crane, banyak ditemui di lingkungan Masjidil Haram karena sedang dilakukan renovasi demi memperluas kapasitas jamaah.

Menurut informasi Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia Dr Fidiansjah di Mekkah, Jumat malam, sampai pukul 23.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau Sabtu pukul 03.00 WIB, dua anggota jemaah perempuan asal Indonesia meninggal pada peristiwa itu dan 32 jamaah lainnya mengalami luka ringan dan berat.

“Dua orang yang meninggal adalah Ibu Masnauli Hasibuan dari kloter 09 Medan (KNO 09) dan Iti Rasti Darmin dari kloter JKS 23,” tandasnya.(sam)

loading...
Click to comment
To Top