Jebolan Putri Indonesia jadi “PSK” – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Jebolan Putri Indonesia jadi “PSK”

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Whulandary Herman, 26, aktris pendatang baru jebolan Puteri Indonesia 2013 harus melewati hidup sebagai penjaja seks komersil (PSK) di Balikpapan, Kalimantan Timur. Kafe remang-remang Paradiso pun menjadi tempatnya bekerja setiap malam.

Karenanya, saat dirinya yang harus bolak-balik rumah sakit menjadi buah bibir warga setempat. Mereka mengira dirinya mengidap HIV/AIDS, sehingga harus rutin ke rumah sakit.

Padahal, tujuan Whulandary ke rumah sakit adalah untuk menemani ibunya lantaran dirawat terkena radang empedu.

Tapi tunggu dulu, cerita Whulandary tersebut hanya ada dalam film perdananya berjudul ‘Bidadari Terakhir’, disutradarai oleh Awi Suryadi.

Di film Bidadari Terakhir, Whulandary berperan sebagai Eva, PSK yang berjuang untuk membiayi operasi ibu tercintanya. Eva sendiri, dikenal sebagai PSK paling cantik di Paradiso dan bertarif mahal.

“Aku itu sampai ke Taman Lawang (Menteng, Jakarta) dan Kota (Gajah Mada, Jakarta Barat) ditemani mama untuk tahu bagaimana melayani pelanggan. Di Kota, aku sampai diusir, karena aku melihat mereka (PSK) langsung dari dekat,” ungkap Whulandary.

Akting Whulandary memang tak biasa. Dalam film tersebut, sebagai Eva, Whulandary berakting penuh sebagai PSK. Walaupun, adegan ranjang hanya diperlihatkan bagian wajah Eva saat melayani pria hidung belang.

Aku senang banget bisa dipercaya memerankan Eva. Ini pengalaman berharga aku, syuting film pertama. Semoga pesan di film ini sampai ke masyarakat,” kata Whulandary.

Lebih menarik, cerita film ini based on true story dari pengalaman blogger asal Balikpapan yang sudah dibuat novel oleh penulis Agnes Davonar, berjudul sama dengan film, Bidadari Terakhir.

Kecantikan dan kepribadian Eva yang berbeda dari PSK lainnya telah membuat jatuh hati anak SMA bernama Rasya, diperankan oleh Maxime Bouttier. Kecerdasan dan ketulusan Rasya juga membuka hati Eva yang selama ini enggan menjalin hubungan khusus dengan satu orang pria saja.(mg3/jpnn)

Click to comment
To Top