Komisi I Sesalkan Bentrokan TNI-Polri Telan Korban Jiwa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Komisi I Sesalkan Bentrokan TNI-Polri Telan Korban Jiwa

FAJAR.CO.ID, POLEWALI – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI datang khusus ke Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sabtu, 12 September.

Komisi I DPR dan Pangdam VII Wirabuana, pun langsung gelar tatap muka dan memberi pengarahan kepada prajurit wilayah Kodim 1402 Polmas, di Kodim 1402 Polmas.

Usai memberi pengarahan Komisi I DPR RI bergerak di tempat kejadian perkara pemicu bentrokan TNI-Polri yang membuat anggota TNI satuan Yonif 721 Makkasau Polman, Prada Juliadi meninggal, terkena tembakan. Lokasinya di Sirkuit Sport Center Kelurahan Pekkabata Kecamatan Polewali, Polman, Sulbar.

Tim Komisi I DPR RI terdiri dari Wakil Ketua Komisi I DPR, Asril Hamzah Tanjung, Anggota Komisi I, Mayjen TNI (Purn) Salim Mengga, dan Mayjen TNI (Purn) Supiadin Aries Saputra.

Komisi I DPR didampingi oleh Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar, serta Dandim 1402 Polmas, Letkol I Made Bagus Suraputra, dan turut mendampingi Kapolres Polman, AKBP Agoeng Adi Koerniawan.

Di TKP, Komisi I DPR RI diajak melihat TKP perkelahian pertama menjadi, ditandai dengan bendera warna kuning. Dilokasi itu, komisi I, hadirkan Anggota Kodim 1401/Majene Praka Laksmono, rekannya, Umar. “Di sini sudah didamaikan oleh Kapolres,” ujar Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar.

Di lokasi kedua, Komisi I DPR RI, juga meninjau TKP, menyebabkan Prada Julaidi ditembak oknum anggota Polres Polman. Di lokasi penembakan ditandai bendera hijau dan merah.

Dihadapan Komisi I, Kapolres Polman, AKBP Agoeng Adi Koerniawan mengaku pasca penembakan, dirinya sempat memeluk korban. “Saya peluk dia. Allahu Akbar,” ungkapnya. Agoeng pun lalu berusaha mengendalikan suasana saat itu, sedangkan Prada Juliadi dirujuk ke RSUD Polewali. Namun, sayang nyawa Prada Julaidi tidak tertolong lagi.

Wakil Ketua Komisi I DPR, Asril Hamzah Tanjung, pun menyesalkan adanya bentrokan TNI-Polri yang menyebab jatuhnya korban jiwa. “Kita pernah hendaki jatuhnya korban, kita tidak ingin terjadi seperti ini lagi, makanya kita datang di TKP,” ungkapnya. (ham/aci)

loading...
Click to comment
To Top