Piala Presiden Ibarat Air yang Akhiri Dahaga Sepakbola Nasional – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Bola

Piala Presiden Ibarat Air yang Akhiri Dahaga Sepakbola Nasional

FAJAR.CO.ID, JAKARTA. Saat ini, Piala Presiden sudah memasuki babak delapan besar. Fase delapan delapan besar ini akan berlangsung dalam format dua leg. Pertandingan leg pertama akan digelar pada 19-20 September dan leg kedua bakal dihelat pada 26-27 September.  

Sementara itu, klub yang masuk delapan besar adalah Bali United, Arema Cronus,‎ Sriwijaya FC, Persebaya United, PSM Makassar, Mitra Kukar, Persib Bandung, dan Pusamania Borneo F.

Demikian disampaikan CEO Mahaka Sport sebagai penyelenggara Piala Presiden 2015, Hasani Abdul Gani. Hasani pun memastikan bila pihaknya sudah bekerja maksimal dalam menyelenggaran pertandingan ini. Ia pun menegaskan bahwa hak-hak kepada klub sudah dijalankan sebagaimana yang telah disampaikan sejak awal.

“Hingga saat ini, komunikasi dengan semua pihak, termasuk dengan SC, Bapak Maruarar Sirait, berjalan dengan baik. Kami memang sama-sama berangkat dari niat baik untuk memperbaiki sepakbola Indonesia,” ungkap Hasani saat dihubungi Sabtu sore (12/90.

Hasani menambahkan, potensi menjadikan sepakbola sebagai industri di Indonesia sangat besar sekali. Indonesia memiliki market yang besar, serta pendukung yang tak mengenal jenis kelamin dan umur. Namun hambatan selama ini adalah citra sepakbola yang identik dengan kekerasan dan perjudian. Maka citra ini harus dihapus.

“Kita buktikan, kemarin kita tegaskan, bagi yang pukul wasit kita dengan Rp 100 juta dan bagi pemain yang saling hantam kita denda Rp 50 juta. Dan tak ada kekerasan. Ini saya kira awal yang baik,” ungkap Hasani.

Dihubungi terpisah, Ketua SC Maruarar Sirait memastikan Piala Presiden, sebagaimana diamanatkan Presiden Joko Widodo, berjalan dengan terbuka dan transparan. Karena itu, SC dan OC Piala Presiden juga menandatangani kerjasama dengan Price Waterhouse Coopers (PWC), yang merupakan salah satu kantor jasa professional audit terbesar dan terpercaya.

“Dengan demikian, pertandingan ini diaduit secara profesional. Sebagaimana permintaan Pak Jokowi, pertandingan harus transparan dan terbuka. Kita memang mau transpransi ini bukan hanya basa-basi. Ini harus dibuktikan di lapangan,” kata Maruarar Sirait.

“Kita harus buktikan ini diaudit secara terbuka. Kita awasi terus agar akuntabilitas terukur dan benar-benar dilakukan. Kita harus jaga kepercayaan semua pihak, termasuk klub, sponsor, pemain dan publik,” sambung Maruarar.

Terkait dengan pertandingan ini, Direktur Klub PSM Makassar, Sumirlan, merasa bangga dan gembira dengan Piala Presiden. Turnamen ini berhasil digelar dengan transparan, fair-play, dan dengan kualitas wasit yang sangat bagus serta berani. Wasit misalnya berani memberi dua kali kartu merah pada pemain yang bermain di kandang, dan tidak membuat supportor marah karena memang berjalan dengan jujur dan sportif.

“Ibarat kita kehausan, Piala Presiden ini menjadi air yang mengakhiri dahaga kita. Turnamen ini sangat bagus sekali. Benar-benar sportif. Semoga kita semua bisa menjaga nama baik Presiden dengan pertandingan ini. Jangan bikin malu dunia olahraga,” tegas Sumirlan.

Sumirlan pun memuji kinerja Ketua SC Maruarar Sirait, yang bekerja dengan profesional dan penuh perhatian. Maruarar selalu menanyakan perkembangan dan nasib klub, dan selalu menjaga komunikasi dengan baik.

“Bahkan nomor handphone diberika sama kita, sehingga kita bisa berdikusi, dan benar-benar merasa terlindingi,” ungkap Sumirlan.

Bagi Direktur Operasional Mitra Kukar, Suswanto, turnamen ini benar-benar menjadi surprise. Semua pihak menjalankan komitmen dengan baik dan menjunjung tinggi profesionalisme. Baru kali ini, pertandingan sepakbola keluar dari citra kekerasaan maupun pengaturan skor.

“Saya yakin, turnamen Piala Presiden ini menjadi tolak ukur kebangkitan sepakbola Indonesia. Semua dilakukan dengan terbuka dan transparan,” tegas Suswanto.

loading...
Click to comment
To Top