Setya dan Fadli Cukup Diberhentikan dari Pimpinan DPR – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Setya dan Fadli Cukup Diberhentikan dari Pimpinan DPR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menilai Ketua DPR Setya Novanto dan wakilnya Fadli Zon dikenakan sanksi sedang. Yakni, diberhentikan sebagai pimpinan DPR.

“Ini pelanggaran etika yang sedang. Diberhentikan dari pimpinan atau AKD (alat kelengkapan dewan),” ujarnya saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta, Jumat (11/9).

Lantas, paramaternya apa untuk mengatakan itu pelanggaran sedang? Kata Refly, pelanggaran etik sangat terkait dengan dua hal. Pertama, suatu fakta yang terjadi setelahnya.

Kedua, soal kepantasan. Memang ukurannya sangat dinamis. Namun, perlu melihat reaksi publik apakah luar biasa menanggapi atau tidak. Dalam kaitannya dengan hal ini dianggap menghina bangsa ataupun tidak menjaga harkat dan martabat bangsa.

Nah, memandang perlunya menjaga harkat dan martabat masih sebatas penafsiran. Meskipun tidak tertulis, dalam prakteknya‎ selama ini hal tersebut dilakukan.

Dia menilai, pelanggaran yang dilakukan Setya dan Fadli tidak ada unsur pidanannya. ‎Kecuali, bisa dibuktikan ada korupsi dalam biaya perjalanannya atau melakukan tindakan yang benar. “Ini bukan dikategorikan berat yang bisa diberhentikan. Tapi, diberhentikan dari pimpinan DPR masih terbuka peluangnya,” tuturnya.

Artinya, kocok ulang porsi pimpinan DPR bisa dilakukan. Jikalau, ada aspirasi mengubah regulasi. Yakni, UU MD3. “Kalau kocok ulang, berarti pimpinananya dipilih ulang jika ada perubahan regulasi,” terangnya.

Andaikan regulasinya tetap atau mengikuti UU MD3 yang berlaku saat ini, Setya dan Fadli masih bisa digantikan. Namun, penggantinya berasal dari partai yang sama. “Yang menggantikan itu ya dari Golkar dan Gerindra sendiri,” pungkas Refly. (dna/jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top