Nyaris Tembak Petugas, Tersangka Curanmor Didor Polisi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Nyaris Tembak Petugas, Tersangka Curanmor Didor Polisi

TEMANGGUNG – Ri (28) alias Tn, warga Bogowonto, Kebupaten Kebumen, tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang telah beberapa kali dibui terpaksa dilumpukan dengan timah panas oleh Satreskrim Polres Temanggung. Tindakan tegas ini terpaksa dilakukan karena yang bersangkutan berusah menembak petugas dengan pistol rakitan miliknya.

“Waktu kita mau tangkap dia berusah membuka tas yang di dalamnya ada pistol rakitan, mengetahui hal tersebut kami terpaksa melumpuhkan tersangka,” kata Kasatreskrim AKP Suharto.
Satu puluru terpaksa bersarang di betis Ri. Dia pun harus menjalani pengobatan di RSUD Temanggung sebelum dibawa ke Mapolres Temanggung untuk menjalani pemeriksaan.
Kasatreskrim menambahkan tersangka merupakan residivis kasus yang sama, dan belum lama keluar dari penjara. “Yang bersangkutan kita tangkap di Desa Rowo Kecamatan Kandangan, bersama rekannya, Im, yang merupakan TO kasus yang sama,” jelasnya.
Tertangkapnya dua tersangka curanmor ini merupakan pengembangan tertangkap seorang penadah sepeda motor curian. “Dari keterangan penadah tersebut kita dapati dua nama itu, langsung kita intai dan kita tangkap secara bersamaan di rumah Im di daerah Kandangan,” terangnya.
Berdasarkan penyelidikan, mereka setidaknya dua kali melakukan pencurian dengan salah satu kendaraan sepeda motor Yamaha Mio. Selain menangkap kedua tersangka, polisi juga mengamankan beberapa bukti diantaranya satu pucuk pistol rakitan dengan dua peluru, dua kunci T, dan beberapa rajah.
Sama halnya dengan keterangan Kasatreskrim, Ri alias Tn juga mengakui bila sudah melakukan dua kali pencurian sepeda motor di wilayah hukum Temanggung. Barang curian tersebut kemudian dijual kepada salah satu rekan Im.
“Saya dua kali mencuri, TKP-nya saya lupa, dua speda motor tersebut langsung dijual oleh Im ke rekannya,” katanya.
Sementara terkait kepemilikan senjata rakitan, Ri mengaku mendapatkan senjata tersebut saat bekerja di Kalimantan. Pistol tersebut didapatkan dengan cara membeli seharga Rp1,5 juta. (din)

loading...
Click to comment
To Top