Selalu Diperkosa Tentara Inggris, Warga Desa Ini Semuanya Perempuan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Selalu Diperkosa Tentara Inggris, Warga Desa Ini Semuanya Perempuan

FAJAR.co.idTahukah anda? Ada sebuah desa di Kenya, bernama Desa Umoja, ternyata semua penduduknya berjenis kelamin perempuan. Penduduknya juga melarang laki-laki untuk bermukim.

Desa Umoja, secara bahasa memiliki arti “tidak ada laki-laki”. Desa tersebut dibangun oleh Rebecca Lolosali, 25 tahun yang lalu.  Dimana dia bermaksud untuk menyediakan tempat yang aman bagi para wanita. Pasalnya, di desa sebelumnya yang mereka tempati, ia banyak melihat banyak kekerasan dan pemerkosaan kepada wanita.

Para tentara Inggris yang menduduki wilayah Kenya. Mereka memperkosa para perempuan dan menjadikannya sebagai bahan tertawaan. Astagfirullah…

Rebecca sendiri berasal dari suku Samburu, sekarang ia menjabat sebagai kepala desa Umoja yang berpenduduk perempuan itu. Menurutnya, ia sering menyaksikan kekerasan kepada wanita ketika ia masih kecil. Kemudian Ia berksimpulan kalau praktik suku Samburu ini sangat represif dan tidak baik terhadap wanita. Sebab suku itu juga tidak terlalu peduli terhadap kaum hawa.

Rebecca lantas mulai memprotes kebiasaan dan praktik sukunya yang diskriminatif terhadap perempuan.  Ia juga menyingung masalah pemerkosaan yang dilakukan beberapa tentara inggris terhadap wanita dan kasus-kasus lain. Namun ia malah dipukul oleh pria lain di desanya sendiri.

“Selam 50 tahun, ketika Tentara Inggris di daerah kita, dengan menggunakan seragam hijau sering bersembunyi di hutan. Dan saat ada wanita yang pergi mencari kayu bakar, tentara-tentara itu akan melompat dan memperkosa mereka dan tertawa seakan-akan itu sebuah permainan.” Kata Rebecca sebagaiman dimuat odditycentral.com

Makanya, pada tahun 1990, ia memimpin eksodus setiap warga perempuan menuju desa Umoja yang mereka tempati saat ini.

loading...
Click to comment
Ragam

Selalu Diperkosa Tentara Inggris, Warga Desa Ini Semuanya Perempuan

FAJAR.co.idTahukah anda? Ada sebuah desa di Kenya, bernama Desa Umoja, ternyata semua penduduknya berjenis kelamin perempuan. Penduduknya juga melarang laki-laki untuk bermukim.

Desa Umoja, secara bahasa memiliki arti “tidak ada laki-laki”. Desa tersebut dibangun oleh Rebecca Lolosali, 25 tahun yang lalu.  Dimana dia bermaksud untuk menyediakan tempat yang aman bagi para wanita. Pasalnya, di desa sebelumnya yang mereka tempati, ia banyak melihat banyak kekerasan dan pemerkosaan kepada wanita.

Para tentara Inggris yang menduduki wilayah Kenya. Mereka memperkosa para perempuan dan menjadikannya sebagai bahan tertawaan. Astagfirullah…

Rebecca sendiri berasal dari suku Samburu, sekarang ia menjabat sebagai kepala desa Umoja yang berpenduduk perempuan itu. Menurutnya, ia sering menyaksikan kekerasan kepada wanita ketika ia masih kecil. Kemudian Ia berksimpulan kalau praktik suku Samburu ini sangat represif dan tidak baik terhadap wanita. Sebab suku itu juga tidak terlalu peduli terhadap kaum hawa.

Rebecca lantas mulai memprotes kebiasaan dan praktik sukunya yang diskriminatif terhadap perempuan.  Ia juga menyingung masalah pemerkosaan yang dilakukan beberapa tentara inggris terhadap wanita dan kasus-kasus lain. Namun ia malah dipukul oleh pria lain di desanya sendiri.

“Selam 50 tahun, ketika Tentara Inggris di daerah kita, dengan menggunakan seragam hijau sering bersembunyi di hutan. Dan saat ada wanita yang pergi mencari kayu bakar, tentara-tentara itu akan melompat dan memperkosa mereka dan tertawa seakan-akan itu sebuah permainan.” Kata Rebecca sebagaiman dimuat odditycentral.com

Makanya, pada tahun 1990, ia memimpin eksodus setiap warga perempuan menuju desa Umoja yang mereka tempati saat ini.

loading...
Click to comment
To Top