Baturaden dan Impian yang Tertunda – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Baturaden dan Impian yang Tertunda

PURWOKERTO, RAJA – Baturaden tidak hanya Curug Pitu, atau wisata menikmati keindahan alam lereng Gunung Slamet. Di Baturaden ada Kebun Raya lho, sebuah kawasan hutan untuk penelitian, pengembangan serta pendidikan lingkungan. Kebun Raya Baturaden memang masih dalam tahap pengembangan, namun Anda sudah bisa berkunjung ke sana. Aktifitas ‘blusukan’ (forest tracking), outbond, camping dan ada pula yang melakukan photo pre wedding di sana.

Berlokasi di Desa Kemutuk Lor, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas. Dari kota Purwokerto berjarak sekitar 14 km, dari gerbang utama Wana Wisata Baturaden berjarak sekitar 1,5 km, Kebun Raya Baturaden berawal dari gagasan Megawati Soekarno Putri pada acara Penutupan Jambore Nasional Tahun 2001 di Baturaden.

Topografi Kebun Raya Baturaden mulai landai sampai berbukit dengan kemiringan 20% s/d 70% dan ketinggian + 600-750 m dpl dengan jenis tanah umumnya jenis latosol berwarna merah kecoklatan. Keadaan suhu Kebun Raya Baturaden berkisar antara 20-30 derajat Celcius dengan curah hujan sangat tinggi (5.000-6.174 mm/th).

Pada tanggal 29 Desember 2004 telah dilakukan peresmian, penanaman perdana dan penandatanganan MoU antara Kepala Litbang Kehutanan Departemen Kehutanan, Gubernur Jawa Tengah, Ketua LIPI, Dirut Perum Perhutani dan Bupati Banyumas tentang kolaborasi pengelolaan Kebun Raya Baturaden.

Menurut Kepala Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Baturaden, Ammy Rita Manalu, saat menerima kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, beberapa waktu lalu, master plan pengembangan objek wana wisata sudah disusun sejak 2004, yang membagi kawasan menjadi zona tanaman koleksi, penelitian, pendidikan, dan rekreasi sebesar 54 persen, zona hutan 25 persen, serta zona penerima utama, zona penerima alternatif, dan perkantoran masing-masing tujuh persen. “Biaya untuk merealisasikan master plan itu dibutuhkan biaya sekitar Rp300 miliar atau membengkak dari anggaran semula yakni Rp22,1 miliar,” ujarnya hadapan Gubernur Jateng, memamparkan rencana pengembangan Kebun Raya Baturaden.

itambahkan, realisasi pengembangan Kebun Raya Baturraden baru mencapai 11,5 persen dari total luas lahan 143,5 hektare sehingga masih terdapat 88,5 persen luas kawasan yang belum dikelola secara intensif. Menurutnya lagi, pengembangan Kebun Raya Baturraden menghadapi beberapa permasalahan seperti kewenangan pengelolaan kawasan yang masih berada pada dua institusi yaitu BKT Kebun Raya Baturraden dan Perum Perhutani KPH Banyumas Timur. Kendala lain adalah keterbatasan SDM. “Akses pintu masuk Kebun Raya Baturraden dikelola oleh PT Palawi Risorsis dan terbatasnya sumber daya manusia yang hanya 22 orang. Padahal idealnya 60 orang,” katanya.

Diharapkan Rita, pengembangan Kebun Raya Baturaden menjadi lokasi wisata kebun raya yang memiliki karakteristik khusus akan menarik minat masyarakat untuk berkunjung. Koleksi Kebun Raya Baturaden hingga 2015 memiliki 2.367 spesimen, 572 spesies, 394 marga, dan 116 suku. (bn)

loading...
Click to comment
To Top