Begini Cara Mengenali Tanda Alergi si Kecil – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Interest

Begini Cara Mengenali Tanda Alergi si Kecil

FAJARONLINE, MAKASSAR–Alergi termasuk gangguan yang dapat menyerang semua umur terutama pada usia anak. Anda hanya perlu mencermatinya agar tidak salah dalam memberikan penanganan.

Pada anak, alergi juga dapat menyerang semua organ tubuh tanpa terkecuali. Mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan berbagai komplikasi yang bisa terjadi.

Dokter Spesialis Anak, Dr dr Jusli Aras, SpA, MKes dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) menjelaskan, perjalanan alamiah penyakit alergi pada manusia atau juga disebut alergi march yakni alergi tertentu sesuai umur.

Dia menjelaskan, anak usia di bawah lima tahun lebih rentan alergi pada saluran pencernaan dan kulit karena faktor alergi pada susu sapi, sehingga manifestasinya bisa disalurkan melalui pencernaan ataupun pada kulit.

“Kadang habis minum susu, mencret terus kadang juga akhirnya pipinya atau siku atau bagian badan lainnya jadi merah, kasar, menebal atau meradang. Itu tanda alergi di bawah usia lima tahun,” ujar Jusli Aras, Minggu 13 September.

Lebih lanjut staf bagian Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran (FK) ini menerangkan, untuk anak umur 5-12 tahun, alergi march tersebut dari saluran cerna, kulit mulai masuk ke asma atau sesak nafas atau biasa disebut nafas berlendir.

Dalam dunia kedokteran disebut jugga hipersekresi fokus. Hal tersebut juga merupakan tanda alergi. Misalnya saja sebelum asma, nafasnya berlendir serta beringus dan terus-terusan terserang flu.

Kemudian untuk diatas 12 tahun bisa terserang alergi sampai komplikasi sinusitis, epistaksis, faringitis. “Seperti penyakit ginjal begitu juga pada saraf dan mata. Mata sering merah, gatal itu juga tanda- tanda alergi,” ungkap Dosen FK Unhas ini.

Ada tiga faktor penyebab terjadinya alergi makanan, yaitu faktor genetik merupakan faktor bawaan dari orangtua, imaturitas usus yakni mudah terjadi alergi dan pajanan alergi atau faktor pencetus yakni dari lingkungan misalnya setiap hari menghirup asap kendaraan, debu atau rokok.

“Jika salah satu orang tua mederita alergi maka dapat menurunkan risiko 20-40 persen. Kalau kedua orantuanya alergi maka risiko anak 40-80 persen. Kalau tidak ada alergi dari kedua orangtua itu masih mungkin anak alergi 5-15 persen,” jelas dokter bagian Anak RS Wahidin Sudirohusodo ini.

Jusli Aras menambahkan, kata kunci alergi adalah menghindari faktor penyebab alergi dapat terjadi. Adapun Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Dr dr Meity Hidayani mengatakan, penyebab alergi bisa disebabkan dari makanan, hewan maupun yang dihirup.

Dia menyarankan, untuk mengetahui secara pasti harus dilakukan tes khusus, apakah alergi terhadap suatu bahan, maka dicobakan kepada pasien. Akan tetapi, tandasnya, untuk usia anak belum bisa dilakukan sehingga orangtua harus jeli melihat sendiri apa faktor penyebab anak alergi. “Apa yang anak makan sebelum muncul beberapa gejala alergi seperti gatal- gatal atau bercak merah,” jelasnya.

Tanda-tanda alergi dapat dilihat dari kulit yang pada dasarnya berubah sehingga muncul bercak merah dan gatal. “Meski muncul tanda-tanda alergi, kita tidak bisa langsung mengetahui apakah anak alergi terhadap suatu makanan atau hewan. Intinya dicegah dengan menghindari apa yang menjadi alergi,” kata dokter yang praktik di Apotek Benteng Medicine Jalan Mallengkeri nomor 78 ini.(dni/nin)

Click to comment
To Top