Idris-Suardi Unggul Perilaku Politik – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Idris-Suardi Unggul Perilaku Politik

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kesabaran dan ketenangan Andi Idris Syukur-Suardi Saleh (AIS) menghadapi momentum pilkada Barru di tengah kencangnya black campaign (kampanye hitam) menuai dampak positif.

Itu tergambar dari hasil riset perilaku politik yang digelar pasca-pendaftaran kandidat bupati dan wakil bupati hingga tahapan kampanye di Barru. Dari sembilan poin perilaku politik, pasangan Idris-Suardi unggul di tujuh perilaku politik.

Peneliti perilaku politik, Arqam Azikin menuturkan, hasil riset perilaku politik dengan sembilan point itu diteliti selama sekitar sebulan untuk mengetahui peluang ketiga kandidat dalam pilkada Barru untuk memenangkan pertarungan. “Sampai hari ini, kans masih terbuka lebar untuk pasangan AIS. Dari 9 point riset prilaku politik, 7 point diantaranya dikuasi pasangan Idris Syukur dan Suardi, “ beber dDosen Fisip Universitas Muhammadiyah Makassar itu, Selasa 15 September.

Khusus pasangan lainnya, Andi Anwar Aksa-Adhan dan Malkan Amin-Andi Salahuddin hanya menguasai dua poin perilaku politik. Meski demikian, Arqam memilih tidak menjelaskan sembilan poin tersebut dengan alasan tidak etis.

“Intinya, metode politik Anwar-Adhan belum mampu menghalau peluang Idris-Suardi. Sementara Malkan-Salahuddin strategi politiknya belum pas. Pendekatan dan metodenya belum akurat, “ katanya.

Dia meyakini, kans Idris-Suardi akan tetap terjaga. Pasalnya, kasus yang digencar ditudingkan, justru tidak memberi pengaruh menurunkan tingkat elektabilitasnya. Malah, jika tidak ada perubahan strategi dari rivalnya, hampir dipastikan kalau pilkada bakal dimenangkan pasangan nomor urut 3 itu. “Kalau tidak ada perubahan strategi politik dalam satu bulan ini, maka Pilkada Barru sudah bisa ditebak siapa pemenangnya,” tambah mantan aktivis mahasiswa Unhas Makassar itu.

Terkait itu, Juru Bicara AIS, Arif Saleh mengaku baru mengetahui adanya hasil riset prilaku politik. Pasalnya, pihaknya tidak pernah mengintervensi, menitip kepentingan, atau merekayasa hasil riset untuk kepentingan pencitraannya. “Tentu hasil itu bisa menjadi gambaran di masyarakat mengenai prilaku politik AIS. Apalagi, lembaga itu bukan pesanan mengangkat pencitraan kami, sehingga hasil risetnya tentu bisa lebih objektif,” papar Arif.

Kendati unggul di hasil riset, namun alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar itu, tetap meminta tim dan relawan agar tidak over convidence. Menurutnya, hasil itu harus dijadikan penambah semangat terus bergerak menyosialisasikan AIS untuk melanjutkan pembangunan dan kemajuan di Barru selama lima tahun terakhir. (rilis)

 

loading...
Click to comment
To Top