Kopel: Harusnya Dana itu Dikembalikan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Kopel: Harusnya Dana itu Dikembalikan

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA — Komisi Pemantau Legislatif (KOPEL) Kabupaten Bulukumba mendesak para legialator setempat pada periode 2004- 2009 untuk mengembalikan dana Tunjangan Komunikasi Intensif (TKI) ke kas daerah. Hal itu setelah pihak polda Sulselbar memgambil alih kasus ini.

” Kalau sudah seperti ini maka tidak ada alasan untuk tidak dikembalikan. Apalagi telah diambil alih oleh polda. Artinya jika ini terus dilakukan penyidikan oleh polda, maka tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka nantinya,” Kata Kordinator Kopel Bulukumba Moh Jafar, Selasa 15 September.

Apalagi kata Jafar, Proses pengembalian sudah cukup lama sejak terungkapnya pada 2011 lalu. “Kalau memang ada niat kembalikan, pasti akan dikembalikan sejak dulu,” ungkapnya

Aktifis Kopel lainnya, Syarif mengatakan, pengembalian dana itu sudah menjadi hal mutlak. Sehingga tidak ada alasan para legislator yang menjabat periode 2004 – 2009. “Sudah jelas dalam uu bahwa itu wajib dikembalikan. Apalagi kasus ini juga telah berjalan di daerah lain seperti di kota Pare-Pare,”tambahnya.

Diketahui, kasus ini bergulir pada anggota dewan Bulukumba periode 2004-2009 yang sampai sekarang belum sepenuhnya kembali ke kas negara Rp2,3 milyar. Setiap anggota dewan kebagian anggaran sebesar Rp64 juta diluar pimpinan Rp120 juta lebih.

Bahkan, dari 35 orang penerima anggaran TKI baik yang masih terpilih kembali maupun tidak baru tiga orang berhasil mengembalikan sepenuhnya yakni, H Baharuddin, Muhammad Nur dan Andi Makmur. Sedangkan, Andi Muttamar Matottorang, HM Juharta, Andi Alimuddin Pana, Andi Bazo Zulkarnaen, belum mengembalikan secara keseluruhan, bersama anggota dewan yang masih terpilih, Abu Thalib, Fahidin HDK, Andi Mustamin Patawari Philips, bersama dua calon bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, dan Abd Kahar Muslim, yang maju berpasangan Andi Sabri Mustari.

Anehnya, diberitakannya kembali kasus ini, legislator yang kembali duduk di parlemen sepakat tidak mengomentari atau bungkam. (taq)

To Top