Limfoma Bisa Muncul di Mana Saja – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kesehatan

Limfoma Bisa Muncul di Mana Saja

FAJAR.CO.ID,MAKASSARKANKER merupakan penyakit mematikan yang umum di masyarakat. Salah satu jenis kanker adalah limfoma atau kanker kelenjar getah bening.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dr dr Tutik Harjianti, SpPD-KHOM FINASIM menjelaskan, limfoma adalah suatu keganasan kelenjar. Kelenjar yang dimaksud adalah semua kelenjar yang ada di tubuh.

“Kita punya kelenjar di seluruh tubuh, bisa di leher, ketiak, dada dan seluruh tubuh ada,” jelasnya saat ditemui di RS Pendidikan Unhas, Senin, 14 September.

Tutik menjelaskan, kelenjar tersebut jika dalam kondisi normal tidak ada pembesar
an. Namun jika terjadi keganasan terjadi pembesaran kelenjar.
Pada suatu kondisi, kata dokter RS Wahidin Sudirohusodo ini, kelenjar yang merupakan kumpulan sel limfosit (sel kekebalan tubuh) juga kadang membesar, seperti saat seseorang mengalami sakit gigi, maka kadang timbul benjolan di leher.

Kelenjar membesar sel limfosit berkumpul di leher untuk menyerang kuman. Tetapi limfoma bukan karena infeksi.
“Jadi beda antara membesar karena infeksi dengan karena akibat keganasan,” jelasnya.

Limfoma, menurut jenisnya dibedakan atas limfoma hodgkin dan non hodgkin. Sedang berdasarkan kecepatan membelahnya dibagi atas low grade (pelan hingga bertahun-tahun), intermediate (sedang) dan high grade (cepat hingga dalam hitungan minggu bisa menyebar).

Penyebabnya beragam alias multifaktor. Menurut Tutik, bisa akibat kelainan gen, kromosom hingga kelainan lingkungan. Kelainan kromosom misalnya karena salah membelah hingga terjadi keganasan. Sedangkan kelainan akibat lingkungan termasuk karena makanan.

“Bisa karena mengonsumsi makanan yang terkena pestisida, atau makanan yang ada pengawetnya, pemanis buatan dan sebagainya,” terangnya.

Mengenai gejalanya, Tutik menjelaskan pada limfoma akan timbul benjolan akibat pembesaran kelenjar. Namun tidak nyeri seperti pembesaran akibat infeksi. “Karena tidak nyeri makanya banyak pasien yang datang setelah stadium lanjut,” katanya sembari menuturkan bahwa kebanyakan yang terkena limfoma adalah usia produktif yakni 40 tahun ke atas.(dni/nin)

To Top