Ini Pengaruh Kebiasaan Belanja Pakaian Ibu-Ibu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Ini Pengaruh Kebiasaan Belanja Pakaian Ibu-Ibu

FAJAR.CO.ID, POLEWALI – Inflasi ternyata bisa dipicu kebiasaan ibu-ibu tiap tahun berbelanja, terutama kelompok sandang, seperti pakaian wanita, kerudung, dan pakaian lainnya. Hal itu terungkap pada rapat tim pengedali inflasi daerah (TPID) Pemerintah Kabupaten (epemkab) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Polewali Mandar yang merilis tingkat inflasi di aula Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag), Rabu 16 September.

Rapat TPID dipimpin Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Kabupaten Polman, Darwin Badaruddin dan Kepala Disperindag, Harun Abu dan Kepala BPS Polman, Salewang Sabrang.

Kepala BPS Polman, Salewang Sabrang, menjelaskan kebiasan ibu-ibu berbelanja saat jelang lebaran, bisa mengerek inflasi di daerah tinggi. Apalagi pada Juni-Juli. Inflasi di Polman pada Juli 1,15 persen. “Ini karena kebutuhan pakaian atau sandang jelang lebaran yang tinggi. Ini salah satu pemicu terjadi inflasi,” ujarnya.

Lihat saja, pada inflasi Juli sebesar 1,15 persen. Indeks harga kelompok sandang menyumbang alami yaitu inflasi 7,15 persen dibanding kelompok makanan 2,20 persen, kelompok transpor, komunikasi, rokok dan tembakau, 0,28 persen, kelompok perumahan air, listrik, gas, bahan bakar 0,24 persen, kelompok pendidikan 0,13 persen.

Apalagi kebiasaan itu terlihat jelas sebab masyarakat Polman, hanya melakukan belanja, utamanya pakaian itu, terbukti ramai satu kali dalam setahun. “Makanya inflasi juga naik. Ini butuh juga intervensi lakukan pemerintah, agar terjadi gejolak harga dipasaran,” katanya.

Namun, bagi Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Darwin Badaruddin, komoditi bisa yang bisa diintervensi hanya berupa sandang, kalau sandang barang banyak didatangkan dari luar,” tuturnya.

BPS memaparkan pada Juli sempat terjadi inflasi 1,15 persen, dan terjadi deflasi pada Agustus 0,14 persen. BPS memperkirakan inflasi tahun 2015 hanya 4 persen. “Kalau inflasi 4 persen, masih dalam kategori normal,” kata Salewangan. (ham)

loading...
Click to comment
To Top