Polisi Merampok Bank Pakai Senjata, Duel dengan Satpam, Kalah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Polisi Merampok Bank Pakai Senjata, Duel dengan Satpam, Kalah

FAJAR.CO.ID, MEDAN – Briptu Dian Chaidir, 27. Anggota Polres Bireuen ini beraksi bak koboi dengan merampok BRI  Unit Kedai Durian, Jalan Besar Delitua, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumut. Tujuannya merampok adalah mengganti Rp 80 juta dana remunerasi yang ia gelapkan. Tapi aksinya itu gagal total. Seorang nasabah malah kritis tertembak.

Data yang dihimpun Pos Metro Medan (Fajar Group), peristiwa yang mencoreng citra Polri ini terjadi, Selasa (15/6) sekira pukul 15.00 WIB. Kala itu Briptu Dian datang ke lokasi bersama seorang temannya mengendarai Honda Megapro BK 2192 ADR. Usai memarkirkan sepeda motor, Briptu Dian yang menenteng senjata laras panjang jenis SS 1V2 itu langsung masuk ke bank. Sementara rekannya menunggu di luar.

Karena bank sudah tutup pembukuan. Langkah Briptu Dian dihentikan security bernama Immanuel Adinata Saragih, 26. Namun aksi Immanuel justru membuat Briptu Dian emosi, hingga keduanya terlibat adu mulut. Pertengkaran itu berakhir dengan baku hantam.

Kegaduhan di teras bank itu sontak mengundang perhatian para nasabah, termasuk Darwin Shah Berutu, 50, warga Jalan Purwo Gang Sahabat, Dusun I Kelurahan Suka Makmur, Kecamatan Delitua, yang baru selesai transaksi.

Karena kalah duel, Briptu Dian mengokang senjatanya. Melihat itu, Imannuel yang tanggap berusaha merebut senjata buatan Pindad itu. Nahas, saat saling rebutan itulah, suara tembakan terdengar. Sebutir peluru menerjang dada kanan Darwin yang tak langsung roboh. Darwin baru terkapar setelah masuk kembali ke bank.

Melihat seorang nasabah jadi korban, dengan sekuat tenaga Imannuel mendorong tubuh Briptu Dian hingga tersungkur keluar teras bank. Hal itu membuat pelaku makin emosi, hingga kembali menarik pelatuk senjatanya dan menembak Imannuel. Beruntung, peluru itu hanya mengenai lantai.

[NEXT-FAJAR]

Tak mau mati konyol, Imannuel kembali menyerang Briptu Dian, hingga keduanya kembali bergumul di halaman bank. Melihat Darwin bersimbah darah, pegawai bank lainnya langsung teriak minta tolong pada warga.

Dalam hitungan detik, puluhan warga langsung memadati lokasi. Sebagian dari mereka menangkap pelaku dan sebagian lagi memboyong Darwin ke Rumah Sakit Adam Malik Medan. Melihat situasi tak kondusif, rekan Briptu Dian yang semula stand-by di luar memilih melarikan diri.

Iwan Sembiring, warga sekitar yang melihat peristiwa itu mengaku tak mengenal kedua pelaku. ” Kukira nasabah bank. Manalah aku curiga kalau itu perampok,”katanya seperti dilansir Pos Metro Medan (JPNN Group).

Untuk menstrilkan lokasi, polisi memasang police line. Peristiwa ini membuat ratusan warga tumpah ke lokasi, hingga arus lalu lintas di Jalan Besar Delitua macet sampai 2 kilometer.  “Kami masih mengembangkan kasus ini,” kata Kapolsek Delitua AKP Daniel Marunduri yang ditemui di lokasi. Tak lama, Briptu Dian dibekuk dan diperiksa di Polresta Medan. (gib/deo/mas/jpnn)

loading...
Click to comment
Hukum

Polisi Merampok Bank Pakai Senjata, Duel dengan Satpam, Kalah

FAJAR.CO.ID, MEDAN – Briptu Dian Chaidir, 27. Anggota Polres Bireuen ini beraksi bak koboi dengan merampok BRI  Unit Kedai Durian, Jalan Besar Delitua, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumut. Tujuannya merampok adalah mengganti Rp 80 juta dana remunerasi yang ia gelapkan. Tapi aksinya itu gagal total. Seorang nasabah malah kritis tertembak.

Data yang dihimpun Pos Metro Medan (Fajar Group), peristiwa yang mencoreng citra Polri ini terjadi, Selasa (15/6) sekira pukul 15.00 WIB. Kala itu Briptu Dian datang ke lokasi bersama seorang temannya mengendarai Honda Megapro BK 2192 ADR. Usai memarkirkan sepeda motor, Briptu Dian yang menenteng senjata laras panjang jenis SS 1V2 itu langsung masuk ke bank. Sementara rekannya menunggu di luar.

Karena bank sudah tutup pembukuan. Langkah Briptu Dian dihentikan security bernama Immanuel Adinata Saragih, 26. Namun aksi Immanuel justru membuat Briptu Dian emosi, hingga keduanya terlibat adu mulut. Pertengkaran itu berakhir dengan baku hantam.

Kegaduhan di teras bank itu sontak mengundang perhatian para nasabah, termasuk Darwin Shah Berutu, 50, warga Jalan Purwo Gang Sahabat, Dusun I Kelurahan Suka Makmur, Kecamatan Delitua, yang baru selesai transaksi.

Karena kalah duel, Briptu Dian mengokang senjatanya. Melihat itu, Imannuel yang tanggap berusaha merebut senjata buatan Pindad itu. Nahas, saat saling rebutan itulah, suara tembakan terdengar. Sebutir peluru menerjang dada kanan Darwin yang tak langsung roboh. Darwin baru terkapar setelah masuk kembali ke bank.

Melihat seorang nasabah jadi korban, dengan sekuat tenaga Imannuel mendorong tubuh Briptu Dian hingga tersungkur keluar teras bank. Hal itu membuat pelaku makin emosi, hingga kembali menarik pelatuk senjatanya dan menembak Imannuel. Beruntung, peluru itu hanya mengenai lantai.

[NEXT-FAJAR]

Tak mau mati konyol, Imannuel kembali menyerang Briptu Dian, hingga keduanya kembali bergumul di halaman bank. Melihat Darwin bersimbah darah, pegawai bank lainnya langsung teriak minta tolong pada warga.

Dalam hitungan detik, puluhan warga langsung memadati lokasi. Sebagian dari mereka menangkap pelaku dan sebagian lagi memboyong Darwin ke Rumah Sakit Adam Malik Medan. Melihat situasi tak kondusif, rekan Briptu Dian yang semula stand-by di luar memilih melarikan diri.

Iwan Sembiring, warga sekitar yang melihat peristiwa itu mengaku tak mengenal kedua pelaku. ” Kukira nasabah bank. Manalah aku curiga kalau itu perampok,”katanya seperti dilansir Pos Metro Medan (JPNN Group).

Untuk menstrilkan lokasi, polisi memasang police line. Peristiwa ini membuat ratusan warga tumpah ke lokasi, hingga arus lalu lintas di Jalan Besar Delitua macet sampai 2 kilometer.  “Kami masih mengembangkan kasus ini,” kata Kapolsek Delitua AKP Daniel Marunduri yang ditemui di lokasi. Tak lama, Briptu Dian dibekuk dan diperiksa di Polresta Medan. (gib/deo/mas/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top