RJ Lino Perpanjang Konsesi Tanjung Priok ke Pihak Asing, Kedaulatan RI Jebol – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

RJ Lino Perpanjang Konsesi Tanjung Priok ke Pihak Asing, Kedaulatan RI Jebol

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – PDI Perjuangan menuding Pelindo II menjadi pintu masuk bagi asing untuk menguasai pelabuhan di Indonesia. Tudingan itu didasarkan pada keputusan BUMN yang dipimpin RJ Lino itu memperpanjang konsesi untuk Hutchison Port Holdings (HPH) di Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjung Priok.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menilai keputusan itu sangat merugikan Indonesia. “Sejak tahun 1999 kami secara konsisten menolak JICT untuk disewakan kepada pihak lain,” ujarnya di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (15/9).

Bekas anggota Komisi VI DPR yang membidangi BUMN itu menjelaskan, masuknya asing dalam pengelolaan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok sudah banyak menimbulkan masalah. Salah satunya ketika pemerintah mengambil kebijakan untuk tidak mengimpor beras, justru masuk beras asal Vietnam.

Hasto menyebut hal itu memunculkan pertanyaan soal kaitan membanjirnya impor dengan pengelolaan pelabuhan yang diserahkan ke asing. Menurutnya, kedaulatan RI jebol gara-gara kebijakan itu. “Ini merupakan fakta jebolnya kedaulatan kita. Karena ini (JICT) merupakan pintu masuk dan simbol kedaulatan kita,” ulasnya.

Hasto pun menyebut permasalahan JICT tak lepas dari tanggung jawab Direktur Utama Pelindo II RJ Lino. Pasalnya, Lino pila yang menandatangani kontrak perpanjangan konsesi JICT dengan HPH. “Harus ada upaya keras atau task force, dalam hal ini tanggung jawab Pelindo yang terkait diambil R.J Lino,” tutur Hasto.

Lantas apakah harus ada pergantian dirut PT Pelindo II? Hasto menyebut hal itu tergantung pada kebijakan Menteri BUMN Rini Soemarno. “Itu internalnya, Menteri BUMN memiliki mekanisme pergantian direksi,” pungkasnya. (dna/JPG)

loading...
Click to comment
To Top