Kejam, PNS Aniaya Anak Angkat Gara-gara Burung – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Kejam, PNS Aniaya Anak Angkat Gara-gara Burung

FAJAR.CO.ID, MAROS — Firda (13) seorang siswa kelas 1 SMP 2 Maros melaporkan ibu angkatnya Ester Rombe Salu (47) seorang PNS Balitsereal Maros, karena dianiaya berulang kali hingga berdarah gara- gara burung beo, Kamis 17 September.
Firda didampingi guru mengajinya, Sofie melaporkan hal tersebut ke Polsek Lau, kemudian dilimpahkan ke Polres Maros untuk ditindaklanjuti. Dia melaporkan dianiaya lantaran burung beo peliharaan pelaku mati.
Firda mengaku kerap mendapatkan perlakuan kekerasan dari ibu angkatnya tersebut. Sekujur tubuh Firda mengalami luka lebam, seperti ditangannya, betis, paha, wajah, bibir dan mengalami pendarahan pada kedua telinganya. Kulit daun telinga korban terkupas.
“Saya dipukul pakai kemoceng sampai telinga saya berdarah. Saya dipukul karena burung beo mati dan ayam hilang. Burungnya mati pada hari Minggu dan ayam hilang hari ini,” ujarnya.
Saat ayam tersebut hilang, Firda dipukul lagi dengan menggunakan bambu sebanyak tiga kali. Firda mengaku trauma untuk bertemu dengan pelaku dan tidak kembali kerumahnya. “Saya tidak mau pulang lagi. Saya tidak tahu mau kemana,” katanya.
Ester Rombe Salu saat dijemput penyidik,  mengaku telah menganiaya Firda karena burung beonya mati. Firda tidak pernah memberikan makanan kepada burung tersebut sehingga mati. “Saya pukul betisnya, jadi dia duduk makanya saya pukul tangannya, saya jengkel karena dia tidak kasi makan itu burung beo,” katanya.
Kaurbin Ops Reskrim Polres Matos, Iptu Laode Rahmat mengatakan, pelaku dan pelapor sementara diperiksa. Pelaku menganiaya Firda gara- gara burung beonya mati dan ayamnya hilang. “Firda dipukul dengan menggunakan kemoceng sampai sekujur tubuh korban lebam. Telinganya juga terkupas. Hari ini baru melapor bersama tetangganya,” tandasnya. (ris/wik)

Makassar

Kejam, PNS Aniaya Anak Angkat Gara-gara Burung

FAJAR.CO.ID, MAROS — Firda (13) seorang siswa kelas 1 SMP 2 Maros melaporkan ibu angkatnya Ester Rombe Salu (47) seorang PNS Balitsereal Maros, karena dianiaya berulang kali hingga berdarah gara- gara burung beo, Kamis 17 September.
Firda didampingi guru mengajinya, Sofie melaporkan hal tersebut ke Polsek Lau, kemudian dilimpahkan ke Polres Maros untuk ditindaklanjuti. Dia melaporkan dianiaya lantaran burung beo peliharaan pelaku mati.
Firda mengaku kerap mendapatkan perlakuan kekerasan dari ibu angkatnya tersebut. Sekujur tubuh Firda mengalami luka lebam, seperti ditangannya, betis, paha, wajah, bibir dan mengalami pendarahan pada kedua telinganya. Kulit daun telinga korban terkupas.
“Saya dipukul pakai kemoceng sampai telinga saya berdarah. Saya dipukul karena burung beo mati dan ayam hilang. Burungnya mati pada hari Minggu dan ayam hilang hari ini,” ujarnya.
Saat ayam tersebut hilang, Firda dipukul lagi dengan menggunakan bambu sebanyak tiga kali. Firda mengaku trauma untuk bertemu dengan pelaku dan tidak kembali kerumahnya. “Saya tidak mau pulang lagi. Saya tidak tahu mau kemana,” katanya.
Ester Rombe Salu saat dijemput penyidik,  mengaku telah menganiaya Firda karena burung beonya mati. Firda tidak pernah memberikan makanan kepada burung tersebut sehingga mati. “Saya pukul betisnya, jadi dia duduk makanya saya pukul tangannya, saya jengkel karena dia tidak kasi makan itu burung beo,” katanya.
Kaurbin Ops Reskrim Polres Matos, Iptu Laode Rahmat mengatakan, pelaku dan pelapor sementara diperiksa. Pelaku menganiaya Firda gara- gara burung beonya mati dan ayamnya hilang. “Firda dipukul dengan menggunakan kemoceng sampai sekujur tubuh korban lebam. Telinganya juga terkupas. Hari ini baru melapor bersama tetangganya,” tandasnya. (ris/wik)

To Top