Menabung Dua Bulan, Penjual Gorengan Ini Terharu Bisa Besuk IAS – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Menabung Dua Bulan, Penjual Gorengan Ini Terharu Bisa Besuk IAS

PAK Gimin (55), penjual gorengan di Karebosi Makassar, tidak bisa menahan haru setelah keluar dari pintu besi Rutan Guntur, Jakarta, Kamis 17 September 2015.  Berbaju batik lengan panjang, Pak Gimin mengaku puas.

“Saya puas sekali bisa peluk bapak. Lama sekali saya dipeluk. Ada beberapa menit. Paling tidak saya sudah sampaikan beberapa salam orang-orang kecil seperti saya yang masih sayang pak IAS,” beber Gimin kepada FAJAR di Jakarta.

Gimin punya alasan kuat merasa begitu puas. Dia mendapat keistimewaan masuk pertama kali tepat pukul 09.00 Wita. Bukan itu saja, Gimin juga datang khusus membesuk pak IAS dengan susah payah.

Gimin yang menjadi satu-satunya penjual gorengan di Karebosi sudah dua bulan menabung. Uang Rp20 ribu atau Rp30 ribu, dengan sabar dikumpulkannya. Hari per hari. Kalau harus tidak makan lauk, itu tidak masalah bagi Akmal. Setelah dua bulan, akhirnya terkumpul sekitar Rp2 juta lebih.

“Saya tidak peduli susah selama dua bulan. Saya harus datang. Beginiji caraku bisa berterima kasih sama pak IAS. Pak IAS kasika izin menjual jadi saya bisa hidup dengan keluarga,” kata Gimin.

Gimin yang menjual gorengan di Karebosi sejak 2006, akhirnya membeli tiket Lion Air. Tiba Rabu 16 September 2015, dan memutuskan pulang Kamis sore, 17 September 2015. Gimin hanya menumpang di kerabat IAS lainnya selama di Jakarta. “Saya dan keluarga mendoakan IAS tabah menjalani hidup ini. Bahagia sekali bisa okut mendoakan apalagi Selasa hari ulang tahunnya,” tegasnya.

PAK Gimin (55) yang datang membesuk IAS.

SERATUSAN PEMBESUK

Hari besuk di Rutan Guntur, Kamis 17 September 2015 lebih riuh dari biasanya. Pembesuk Ilham  Arief Sirajuddin dari Makassar dan Jakarta membeludak. Sekitar seratusan pembesuk. Beberapa dari mereka adalah keluarga IAS.

Walhasil, rebutan untuk bisa masuk bertemu IAS sepanjang jam besuk terjadi di depan pintu besi masuk rutan Guntur. “Kamia keluarga merasa sangat terharu. Pak IAS dapat masalah begini tapi masih banyak yang datang untuk ucapkan ulang tahun yang ke-50,” tegas Syamsul Bachri Sirajuddin, kakak IAS.

loading...
Click to comment
To Top