Menunggu Bansos, Pembangunan Terhambat? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Menunggu Bansos, Pembangunan Terhambat?

BANYUMAS, RAJA – Sejumlah pemohon bantuan sosial dan hibah terancam tak bisa mecairkan bantuan. Akibatnya mereka harus mencari pemasukan lain untuk penyelenggaraan pembangunan fisik dan non fisik di lingkungannya.

Perangkat Desa Krajan Pekuncen, Agus Giniarso mengatakan, banyak pemohon bansos khususnya warga pembangun tempat ibadah yang terancam gagal memperoleh bantuan. Akibatnya mereka harus banyak menarik pemasukan anggaran lain untuk pembangunan fasilitas fisik tersebut. “Sebelum dana bansos keluar, mereka sudah banyak yang menggunakan material dulu untuk membangun. Makanya ketika bansos, tak cair maka warga harus dapat mengganti anggaran yang telah dialokasikan dulu,” katanya.

Dijelaskan Agus, sebenarnya nominal anggaran yang diajukan oleh pemohon bansos tersebut terbilang tak cukup banyak. Tak mencapai ratusan juta rupiah. Sebelumnya, diperkirakan hanya akan mendapatkan belasan juta rupiah saja. “Namun meski jumlahnya sediki, hal itu sangat berarti bagi mereka. Apalagi bantuan tersebut menjadi bagian dari perangsang adanya swadaya warga. Seberapapun bantuan yang ada itu sangat berarti bagi warga,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Banyumas, Slamet Ibnu Anshory mengatakan keluhan dan pertanyaan warga terkait bansos dan hibah ini sudah banyak terdengar. Ia pun menyadari  persyaratan penerima bansos dan hibah yang  ketat cukup menyulitkan warga kecil untuk mengaksesnya. Akibatnya pembangunan fisik, sosial masyarakat dan ekonomi kerap terhambat. “Ketatnya aturan ini membuat banyak lembaga pendidikan, panitia pembangunan, usaha kecil mikro tak dapat mengakses modal ataupu anggaran pembangunan. Makanya ini sangat dikeluhkan,”katanya.

Slamet yang juga wakil rakyat dari Fraksi PKB mengatakan ketatnya aturan penerima bansos menjadi hal yang menguji kepuasan warga terhadap kinerja pemerintah dan kepedulian pemerintah. Apalagi sebagian dari pemohon bansos ini adalah lembaga swasta khususnya di bidang pendidikan dan ekonomi. (rb)

loading...
Click to comment
To Top