Oknum LSM Ini Mengaku Anggota BIN Saat Diamankan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Oknum LSM Ini Mengaku Anggota BIN Saat Diamankan

FAJAR.CO.ID, PAREPARE — Usai sudah kisah kebohongan dari Andi Palingei sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN) gadungan saat diamankan aparat kepolisian Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) Parepare saat turun dari KM Pantokrator, di Pelabuhan Parepare, Kamis, 17 September.

Kebohongannya terungkap secara tak sengaja, saat dia kedapatan membawa senjata tajam dan sebuah pistol jenis Airgun model levorver tanpa surat-surat.

Saat diinterogasi, Palingei menunjukkan surat-surat tugas berstempel sebagai Komandan Intrlijen untuk Kawasan Timur Indonesia. Berbekal surat tugas itu, dia tampak sangat berani dan menolak untuk diinterogasi lebih jauh.

Penyidik Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) pun tak tinggal diam. Penyelidikan lebih lanjut dilakukan, karena ditemukan kejanggalan dari surat itu dan terbuki bahwa Palingei merupakan anggota BIN gadungan. Dia pun akhirnya mengaku bahwa dia anggota LSM Reclasserring dan tinggal di Samarinda.

Kapolsek KPN, Iptu Ario Damar menjelaskan bahwa pihaknya mengamankan empat penumpang kapal yang membawa senjata tajam dan sebuah pistol Airgun. Salah satu yang diamankan itupun merupakan anghota BIN gadungan.

“Pelaku yang membawa senjata jenis Airgun tersebut menolak diamankan. Dia sempat mengaku sebagai anggota Intel negara yang bertugas di kawsan timur Indonesia. Dia pun menunjukkan surat tugasnya, dan ternyata gadungan,” katanya.

Dia menambahkan, saat ini penyidik masih mendalami status palsunya sebagai anggota BIN, untuk mencari tahu apakah pelaku melakukan tindakan pelanggaran hukum. “Dia itu sudah melanggar hukum karena membawa senjata tanpa surat resmi dan juga melakukan pemalsuan dokumen. Tetapi kami masih melakukan pengembangan lebih dalam tindakan pelanggaran hukum lainnya,” jelas Ario.

Andi Palingei menjelaskan bahwa airgun  yang dibawanya itu untuk jaga-jaga mengingat di rumahnya tidak aman dan tak bisa disimpan di rumah karena akan membahayakan anak-anak. “Dari pada membahayakan anak-anak, makanya saya membawanya. Ini untuk mengantisipasi saja pak, tidak ada maksud lain,” katanya.

Palingei menambahkan dirinya benar anggota dari lembaga intelijen negarandi bawah naungan Lembaga Reclassering. “Saya memang betul dari lembaga intelijen negara, kebetulan saya dari lembaga Reclassering. Saya bukan anggota gadungan,” katanya. (syl/wik)

Click to comment
To Top