Pemerintah dan DPR Sepakat Harga Minyak di RAPBN 2016 US$ 50/Barel – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Pemerintah dan DPR Sepakat Harga Minyak di RAPBN 2016 US$ 50/Barel

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR telah menyepakati asumsi harga minyak Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar US$ 50 per barel. Asumsi ini akan digunakan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 sebagai dasar dalam menetapkan penerimaan negara, subsidi BBM, subsidi listrik, dan sebagainya.
“Kita tetapkan asumsi harga minyak Indonesia sebesar US$ 50 per barel,” kata Ketua Komisi VII DPR Kardaya Warnika dalam Rapat Kerja dengan Menteri ESDM di Ruang Komisi VII DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9).
Wakil Ketua Komisi VII DPR, Tamsil Linrung menambahkan, ICP ini sangat penting, karena kontribusinya terhadap penerimaan APBN antara 20-30 persen. Setiap penurunan 1 dolar maka akan ada penurunan penerimaan negara sebesar Rp3 triliun. Jika yang disampaikan pemerintah berdasarkan hasil kajian yaitu sebesar rings 50-55 US$ per barel maka ada penurunan sebesar Rp15-30 triliun penerimaan negara.
“Prediksi ini didasari oleh analisa beberapa nara sumber utama yakni dari tenaga ahli, dan BI, saya kira angka US$ 50/barel adalah angka yang meyakinkan untuk kita berikan dukungan,” jelasnya.
Sementara, Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, pertumbuhan ekonomi global yang diprediksi masih mengalami perlambatan menjadi faktor utama yang mempengaruhi harga minyak. Selain itu, pasar minyak dunia yang mengalami kelebihan pasokan akibat shale oil dan peningkatan pasokan dari Iran juga berdampak besar pada penetapan harga minyak. “Lalu tingginya stok minyak mentah saat harga minyak mentah turun seperti saat ini,” ungkap Sudirman.
Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, pihaknya menginginkan ICP ditetapkan secara realistis di bawah US$ 60 per barel seperti keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Presiden ingin bahwa semua realistis. Jadi kami berharap ada masukan dari Bapak-Ibu (anggota DPR) semua, angka berapa yang akan kita tetapkan. Meskipun dalam nota keuangan presiden masih menyebut US$ 60 per barel,” tutupnya.
Seperti diketahui, ICP pada APBN 2015 ditetapkan US$ 105 per barel, namun anjloknya harga minyak dunia tahun ini membuat pemerintah merevisi asumsi ICP pada APBN Perubahan 2015 ditetapkan US$ 70 per barel. Tahun depan dalam penyusunan RAPBN 2016 ditetapkan US$ 50 per barel. (FMC)
loading...
Click to comment
To Top