Sekretaris KPU Bulukumba Dilapor ke Kejaksaan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Sekretaris KPU Bulukumba Dilapor ke Kejaksaan

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA – Lembaga Investigasi dan Informasi Kemasyrakatan (Lidik) melaporkan Sekretris KPU Bulukumba, Ke Kejaksaan. Laporan tersebut terkait proses tender pengadaan di KPU, yang dinilai berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Ketua Lidik, Muh Darwis menjelaskan, pihaknya telah melaporkan persoalan tersebut pada pihak kejaksaan. Dimana pelaporan tersebut untuk meminta segara melakukan penyelidikan terkait Proyek Pengadaan Kertas Suara dan Alat Peraga Kandidat (APK), dengan total anggaran Rp5,3 miliar.

Pihaknya melaporkan Seretaris KPU, Sudarman, karena kapasitasnya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), diduga keras sarat telah melakukan persokonkolan dengan pemenanang tender yang berpotensi besar mengakibatkan kerugian begara yang tidak sedikit.

“Lelang ini diikuti dia perusahan yaitu PT Fajar Utama Intimedia, yang menawar Rp2.008.355.500 dan pemenanganua CV Makassar, menawar Rp.2.298.798.000, sementata HPsnya atau standar pagunya yaitu Rp2,3 miliar,” ujarnya, Kamis 17 September.

Menurutnya dalam persoalan ini, pihaknya menilai Panitia Lelang berdasarkan persetujuan PPK, meloloskan, perusahaan yang memberikan menawaran lebih tinggi dari HPS setiap kertas suara yang hanya Rp2.000, namun meloloskan pemenang tender yang menawar Rp2.500.

“Harusnya kan penawaranya dibawah dua ribu bukan diatas dari HPS yang telah ditentukan, kalau begini kan jelas ada upaya untuk mencari keuntungan lebih diluar dari regulasi yang diatur,” katanya.

Darwis melanjutkan, selain persoalan pengadaan Surat suara, pihaknya juga mempertanyakan soal pemenang tender pengadaan Alat Peraga Kampanye (APK) oleh PT Adi Perkasa Makassar, tanpa dilakukan proses tender ulang, sementara PAGU yang awalnya dittapkan sebesar Rp11 miliar berubahn dan hanya sebesar Rp3 miliar saja, “Memang dulunya dia pemenang tapi kan PAGU anggaran telah berubah dan seharusnya ditender ulang. Ini jelas melanggar UU soal pengadaan barang dan jasa,” katanya.

Dengan alasan itu pihaknya meminta kepada Kejaksaan Bulukumba untuk mengusut kasus sini. Menurutnya jika dari awal proses tahapan Pemilukada telah terhadi sekumlah permainan maka sangat memungkinkan akan menciderai proses Pemilukada yang akan dhelat nantinya. “Biarkan Pilkada ini berjalan dengan damai dan fair tetap jangan mainkan logistik diawali dengan cara-cara kotor seperti ini,” tuturnya. (taq/wik)

loading...
Click to comment
To Top