Aspri OC Kaligis: Saya Disuruh Bawa Buku, Tapi Tak Tahu Jumlah Uang di Amplop – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Aspri OC Kaligis: Saya Disuruh Bawa Buku, Tapi Tak Tahu Jumlah Uang di Amplop

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Asisten pribadi OC Kaligis Yurinda Tri Achyuni alias Inda kelihatan agak grogi. Itu terlihat ketika Inda duduk sebagai saksi atas kasus terdakwa panitera PTUN Medan Syamsir Yusfan.

Di depan majelis hakim Tipikor, Inda mengaku sempat panik saat mengetahui rekannya, M Yagari Bhastara (Gerry) ditangkap penyidik KPK pada 9 Juli lalu bersama hakim serta panitera PTUN Medan. Saking takut, ia langsung membuang ponselnya

“Iya, saya buang HP saya. Karena saya panik setelah mendengar kabar ada OTT (operasi tangkap tangan). Ya saya sangat panik saja,” kata Inda saat menjawab pertanyaan Jaksa Joko di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (17/9) malam.

Jaksa kemudian menanyakan kepada Inda tentang informasi dia ingin melarikan diri ke luar negeri setelah penangkapan Gerry. “Apakah saudara saksi benar ingin melarikan diri ke luar negeri saat tahu ada OTT?” tanya jaksa KPK Joko.

‎”Tidak, Pak. Saya ingin ke luar negeri karena memang keluarga saya ada di luar negeri,” jawabnya. Inda juga mengungkap bahwa sejak ada perkara suap yang menjerat atasannya itu, dia langsung pindah kerja dari kantor OC Kaligis and Associates. ‎

Dalam perkara suap hakim PTUN Medan, Inda memegang peran cukup penting. Dia diketahui selalu mendampingi OCK dan Gerry tiap kali bertandang ke PTUN Medan untuk mengurus perkara yang digugat Pemprov Sumut.

Selain itu, Inda juga yang diminta OC membawakan buku karangan OC yang berisi amplop untuk diberikan kepada hakim PTUN Medan. ‎”Pak OC menyuruh saya untuk membawa buku, tapi saya tidak tahu berapa isi uang yang di dalam amplop,” tuturnya. (put/jpg)‎

loading...
Click to comment
To Top