Kekeringan di Boyolali Meluas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Kekeringan di Boyolali Meluas

BOYOLALI, RAJA – Kemarau panjang saat ini membuat sejumlah daerah di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mengalami kekeringan. Bahkan, kekeringan di daerah itu semakin meluas.

Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, saat ini tercatat sudah ada 45 desa di enam kecamatan Boyolali yang dilanda kekeringan akibat musim kemarau tahun ini.

Dua bulan lalu, baru 40 desa yang melapor telah dilanda kekeringan. Salah satu desa yang sebelumnya aman dari kekeringan, namun kini mulai dilanda kekeringan adalah Desa Repacking di Kecamatan Wonosegoro.

Kenyataan di lapangan saat ini, di luar 45 desa yang tercatat di BPBD mengalami kekeringan, juga masih cukup banyak desa yang mengalami kekeringan dan membutuhkan air bersih. Di antaranya di wilayah Kecamatan Cepogo, Kemusu, dan Boyolali Kota.

Sejauh ini, desa-desa itu, ada yang sudah mendapat bantuan air bersih, ada juga yang belum memperoleh bantuan sama sekali. Yang belum memperoleh mendapat bantuan sekitar sepuluh desa.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Boyolali, Purwanto Rabu (16/9) menyatakan, droping air yang dikoordinir BPBD Boyolali hingga 12 September lalu, baru menyalurkan 336 tangki air untuk 42 desa, yang sebagian di antaranya belum masuk dalam 45 desa yang dalam peta kekeringan.

Bantuan air bersih tersebut dikoordinir dari sejumlah pihak, selain dari Kesra Setda Boyolali, bantuan juga datang dari PMI, Bakorwil II Surakarta, dan Polres Boyolali. “Bantuan diperioritaskan di daerah yang paling rawan dahulu,” ujarnya.

Berdasarkan hasil prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jateng yang diterima BPBD, musim kemarau masih akan berlangsung hingga awal November mendatang. (*)

Click to comment
To Top