Keprihatinan Polemik Saksi Sejarah Kesenian Solo – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Keprihatinan Polemik Saksi Sejarah Kesenian Solo

SOLO, RAJA – Aksi keprihatinan terkait polemik yang terjadi di kawasan Sriwedari terus belanjut. Dimana sebuah komunitas yang mengatas namakan dirinya Anak Muda Solo memasang bendera merah di kawasan Sriwedari.

Rabu (16/9) siang, hampir semua titik terdapat bendera merah tersebut, salah satunya di pintu masuk Sriwedari dan salah satu Stadion kebangaan Indonesia, Stadion Sriwedari.

Salah seorang anggota dari Anak Muda Solo Sonny Arendra Fardian mengatakan, aksi ini merupakan wujud kesedihan. Dimana bendera merah identik dengan kematian, sehingga pihaknya menganggap polemik yang terjadi saat ini merupakan wujud informasi kepada masyarakat bahwa Sriwedari telah mati. ”Bendera ini sebagai salah satu penyebar informasi kepada masyarakat, bahwa Sriwedari telah mati, tak lama lagi salah satu icon di Kota Solo bakal hilang begitu saja,” terangnya, kemarin.

Sonny mengakui bahwa pemasangan bendera merah berbentuk segitiga ini, dilakukan awal pekan ini. Namun pihaknya heran, ada oknum yang melakukan pencopotan bendera-bendera tersebut. “Kalau dari Pemkot Solo saya rasa tak mungkin, mungkin hanya ini yang bisa kita lakukan. Kalau saja lahan Sriwedari hilang, bagaimana dengan kesenian yang ada di Solo, karena Sriwedari memiliki catatan panjang baik dengan kesenian maupun lainnya,” keluhnya.

Ia mengaku aksi ini tak berhenti disini saja, karena pada Sabtu (19/9) mendatang bakal ada aksi 1.000 lilin untuk Sriwedari yang berlangsung di Plaza Sriwedari. (mj)

loading...
Click to comment
To Top